Profil Perusahaan
  • Visi, Misi dan Filosofi
  • Informasi Perseroan
  • Perjalanan UIC
  • Profil Dewan Komisaris
  • Profil Direksi
  • Komposisi Pemegang Saham
  • Komite Audit
  • Sumber Daya Manusia
  • Data Entitas Anak
  • Sekretaris Perusahaan
  • Audit Internal
  • Tata Kelola Perusahaan yang Baik
  • Struktur Perusahaan
  • Penghargaan dan Sertifikasi
  • Kode Etik Perusahaan
  • Piagam Komite Audit
    Kode Etik Perusahaan
  • Pendahuluan
    Kode Etik Perseroan ini berlaku di seluruh lingkungan Perseroan, baik di kantor pusat maupun di pabrik. Kode Etik ini dibuat dengan tujuan untuk mendukung visi dan misi Perseroan dan memberikan panduan bagi Direksi dan seluruh Karyawan agar dapat mengembangkan perilaku yang baik sesuai dengan standar etika yang tinggi dalam menjalankan usaha dan pekerjaannya, dan juga mengembangkan hubungan kerja jangka panjang yang harmonis dengan pihak eksternal berlandaskan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik.

    Kode Etik Perseroan harus dipahami serta wajib dilaksanakan oleh semua anggota Perseroan. Pelanggaran Kode Etik merupakan bentuk pelanggaran terhadap persyaratan dan kondisi ketenagakerjaan, serta dapat mengakibatkan pemberian sanksi sampai dengan tindakan disipliner bagi anggota yang melakukan pelanggaran tersebut.
    Kode Etik Perseroan disosialisasikan kepada seluruh anggota Perseroan melalui berbagai media komunikasi.
    1. Standar Perilaku
      • Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perusahaan selalu menjaga reputasi yang baik dan menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, kejujuran, keterbukaan serta menghormati hak azazi setiap individu. Perusahaan selalu memperhatikan kepentingan dari para Karyawannya dan menjaga hubungan baik dan kepentingan dari para pemangku kepentingan.
    2. Kepatuhan Hukum
      • Direksi dan seluruh Karyawannya berkewajiban mematuhi ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk peraturan Perusahaan, dan peraturan-peraturan pelaksanaannya, serta Keputusan Direksi.
    3. Karyawan
      • Perusahaan memperlakukan Karyawan sebagai sumber daya manusia bagi Perusahaan yang berharga., tidak hanya sebagai obyek melainkan sebagai subyek dalam mencapai tujuan Perusahaan;
      • Perusahaan merekrut, mempekerjakan, membina dan mengembangkan Karyawan berdasarkan kualifikasi dan kompetensi sesuai dengan kebutuhan Perusahaan untuk mejadi pekerja yang bertalenta dan professional serta berintegritas;
      • Perusahaan berkomitmen untuk menyediakan lingkungan kerja yang sehat dan aman serta memberikan kesempatan yang sama untuk seluruh Karyawan untuk mengembangkan diri dan meningkatkan ketrampilan tanpa memandang latar belakang etnis, jenis kelamin, status maupun agama.
      • Perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan karier Karyawannya sebagai motivasi agar para Karyawan meningkatkan produktivitasnya dan juga agar dapat bersaing di pasar tenaga kerja professional. Perusahaan selalu menjalin komunikasi yang baik dengan para Karyawannya baik melalui Serikat Pekerja Perusahaan maupun secara individual.
    4. Kerahasiaan
      • Setiap individu yang bekerja di Perusahaan harus menjaga kerahasiaan atas data, informasi dan/atau dokumen Perusahaan meliputi: data pelanggan dan pemasok, data keuangan, data produksi, data penjualan dan data lainnya. Data dimaksud harus diamankan pada bidang tugasnya masing-masing dengan penuh tanggung jawab;
      • Direksi dan Karyawan wajib menjaga informasi yang bersifat rahasia mengenai Perusahaan. Direksi dan Karyawan Perusahaan dilarang mengungkapkan informasi rahasia mengenai kegiatan-kegiatan Perusahaan, kelompok usahanya, maupun mitra bisnis Perusahaan, baik selama masa tugas maupun masa purna tugas, tanpa persetujuan dari Perusahaan. Informasi yang bersifat pribadi dan rahasia hanya dapat digunakan untuk kepentingan Perusahaan;
      • Perusahaan dengan tegas melarang adanya insider trading (perdagangan yang dilakukan dengan informasi orang dalam), atau pemenuhan kepentingan keuangan atau komersial rahasia yang dimiliki Perusahaan dan kelompok usahanya;
      • Informasi rahasia milik Perusahaan tidak boleh dibahas di ruang makan, kafetaria, lift, kendaraan jasa transportasi, atau tempat umum yang serupa;
      • Pemberian informasi Perjanjian Kerahasiaan terkait dengan pemberian informasi Perusahaan kepada perorangan dan/atau pihak ketiga yang sedang dalam pembahasan harus ditandatangani atau ada jaminan kerahasiaan tertulis yang diterima dari pihak-pihak tersebut sebelum informasi rahasia diungkapkan, untuk memastikan bahwa pihak-pihak ini memahami tanggung jawab mereka dalam hal keamanan dan perlindungan informasi tersebut;
      • Setiap pimpinan unit bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan secara berjenjang sesuai hierarki dalam mengamankan data informasi dan/atau dokumen perusahaan dimaksud.
    5. Kesehatan dan keselamatan Kerja
      • Direksi dan Karyawan wajib untuk mengikuti dan mentaati serta menjalankan peraturan-peraturan tentang kesehatan dan keselamatan kerja yang berlaku di Perusahaan, baik yang ada di unit kerja masing-masing atau lingkungan Perusahaan secara umum. Sebagaimana diatur lebih lanjut di dalam Peraturan Perusahaan.
      • Direksi dan Karyawan dilarang minum minuman keras dan/atau mabuk, membawa atau memakai obat-obatan terlarang, berjudi dan/atau melakukan tindakan yang melawan hukum lainnya di lingkungan Perusahaan. Direksi dan Karyawan tidak diperkenankan bekerja apabila yang bersangkutan berada dalam keadaan mabuk dan/atau tidak sadar diri sebagai akibat dan pengaruh minuman keras dan/atau mengkonsumsi obat-obatan terlarang.
      • Direksi dan Karyawan dilarang membawa senjata tajam, senjata api, bahan peledak atau bahan-bahan yang mudah terbakar di lingkungan Perusahaan, kecuali apabila benda-benda tersebut dibutuhkan dalam rangka menjalankan tugas pekerjaannya.
      • Untuk menjaga kebersihan, kesehatan, ketertiban, keselamatan dan menjaga dari kerusakan, maka Direksi dan seluruh Karyawan dilarang untuk merokok di lingkungan kerja Perusahaan, kecuali pada tempat-tempat yang telah ditentukan.
    6. Penggunaan Dana dan Aset Perusahaan
      • Direksi dan Karyawan wajib memelihara, menjaga, dan memanfaatkan aset Perusahaan sesuai dengan kepentingan Perusahaan. Direksi dan seluruh Karyawan bertanggung jawab atas segala bentuk penggunaan dana dan aset milik Perusahaan yang dipercayakan kepadanya untuk tujuan usaha dan kepentingan Perusahaan.
    7. Aktivitas di Luar Jam Kerja
      • Setiap Direksi dan Karyawan diberikan keleluasaan untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat, kegiatan amal atau lembaga swadaya masyarakat sepanjang hal tersebut menjadi tanggung jawabnya pribadi dan tidak mengganggu pekerjaan dan kinerja yang bersangkutan di Perusahaan;
      • Setiap Direksi dan Karyawan dilarang untuk memiliki segala bentuk usaha yang sejenis dan/atau yang bertentangan dengan kepentingan usaha Perusahaan, atau melakukan pekerjaan/kegiatan usaha yang dapat berakibat mengganggu pekerjaan dan kinerja yang bersangkutan di Perusahaan;
      • Dalam hal Karyawan harus meninggalkan pekerjaannya selama jam kerja untuk kepentingan pribadi maka yang bersangkutan harus terlebih dahulu mendapatkan ijin dari atasan langsungnya;
      • Karyawan hanya dapat bekerja untuk pihak ketiga (anggota keluarga, teman, orang ketiga lainnya) dan/atau suatu organisasi dengan imbalan upah atau keuntungan serupa di luar jam kerja dengan kondisi kegiatan seperti:
        • Tidak menimbulkan konflik kepentingan dengan perannya saat ini di Perusahaan dan praktik-praktik kelompok usaha Perusahaan;
        • Mematuhi aturan-aturan etika bisnis lain dan dengan kebijakan yang mendukung aturan itu;
        • Tidak memiliki dampak negatf terhadap kinerja Karyawan di Perusahaan.
    8. Pemegang Saham
      • Perusahaan melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan pada prinsip Tata Kelola Perusahan yang Baik dan memberikan informasi yang tepat waktu, benar, lengkap dan jelas atas laporan keuangan, strategi, investasi dan profil resikonya kepada para pemegang saham dan masyarakat;
      • Dalam hal Karyawan diminta oleh Pemegang Saham dan/atau calon Pemegang Saham untuk memberikan informasi yang bersifat rahasia tentang perusahaan maka Karyawan wajib menyampaikan adanya permintaan tersebut kepada Corporate Secretary dan/atau Direksi yang memiliki wewenang untuk itu, kecuali informasi mengenai usaha Perusahaan secara umum dan yang tidak bersifat rahasia.
    9. Hubungan dengan Pemasok, Pelanggan dan Kreditur
      • Perusahaan memiliki komitmen yang tinggi dalam menjalin hubungan kerja yang berkesinambungan dan saling bermanfaat dengan para pemasok, pelanggan dan kreditur, dan selalu berusaha untuk memenuhi kewajibannya kepada para pemasok, pelanggan dan kreditur sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan bersama;
      • Perusahaan selalu berorientasi pada kepentingan pelanggan dan komitmen untuk memberikan pelayanan dan kualitas produk serta prinsip-prinsip ekonomi yang saling menguntungkan.
    10. Hubungan dengan Masyarakat dan Lingkungan
      • Perusahaan menyadari adanya tanggung jawab sosial Perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar, yang diwujudkan dengan cara memberikan dukungan dan kontribusi kepada masyarakat maupun lingkungan sekitar Perusahaan melalui kegiatan ekonomi, sosial, kemanusiaan dan keagamaan. Perusahaan menghormati budaya masyarakat lokal tempat perusahaan beroperasi, membangun dan memelihara komunikasi terbuka untuk menyelesaikan permasalahan dan pengaduan dari masyarakat dan juga menjaga serta memelihara lingkungan hidup yang bersih dan sehat di sekitar Perusahaan dengan menciptakan lingkungan yang asri dan nyaman serta memastikan limbah produksi Perusahaan dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
    11. Persaingan usaha
      • Perusahaan dan seluruh Karyawan mendukung prinsip persaingan usaha yang sehat sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
    12. Benturan Kepentingan
      • Direksi dan Karyawan diharapkan menghindarkan diri dari kegiatan pribadi dan kepentingan finansial yang dapat menyebabkan benturan kepentingan dengan tanggung jawab mereka terhadap Perusahaan. Direksi dan seluruh Karyawan Perusahaan tidak dibenarkan mencari keuntungan pribadi dan/atau bagi pihak lain melalui penyalahgunaan kedudukan mereka.
    13. Pelaporan Laporan Keuangan
      • Perusahaan menyajikan laporan keuangan Perusahaan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia. Laporan keuangan tersebut tersedia secara berkala untuk kepentingan para manajemen Perusahaan, Pemegang Saham serta Pemangku kepentingan lainnya untuk pengambilan keputusan dan juga dilaporkan kepada instansi pemerintah sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
    14. Keterlibatan dalam Kegiatan Politik
      • Perusahaan tidak berafiliasi dengan partai politik manapun dan bertindak netral di dalam penyikapan yang berkaitan dengan partai politik.
      • Direksi dan Karyawan diberikan keleluasaan untuk berpartisipasi dalam segala bentuk aktivitas politik. Keterlibatan Direksi dan Karyawan dalam aktivitas politik merupakan tanggung jawab pribadi dan wajib dipisahkan dari peran dan tanggung jawabnya selaku Direksi dan Karyawan Perusahaan.
      • Direksi atau atasan langsung Karyawan tidak meminta Karyawannya untuk terlibat dalam partai politik atau menjadi anggota partai politik apapun. Kondisi-kondisi dibawah ini diperlukan oleh Karyawan yang terlibat dalam partai politik untuk memperoleh persetujuan dari manajemen:
        • Keterlibatan Direksi dan Karyawan dalam kegiatan politik tidak akan menimbulkan konflik kepentingan dengan perannya saat ini di Perusahaan ataupun praktek dan perspektif kelompok usaha Perusahaan.
        • Direksi dan Karyawan tidak boleh terlibat dalam kegiatan politik selama jam kerja atau menyita waktu kerja rekan-rekannya untuk kegiatan tersebut
        • Direksi dan Karyawan tidak boleh menggunakan nama Perusahaan, kedudukan dan jabatan mereka dalam Perusahaan ataupun sumber daya perusahaan untuk kegiatan politik mereka.

    Catatan:
    Kode Etik yang berlaku untuk Karyawan, Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan.