Analisa dan Pembahasan Manajemen
  • Tinjauan & Analisa Kinerja Keuangan Per Segmen


    Industri Kimia


    Perusahaan Induk

    PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (UIC)

    UIC memiliki tiga unit produksi Alkylbenzene (AB) dengan kapasitas produksi sebesar 270.000 MT per tahun yang terdiri dari 180.000 MT Linear Alkylbenzene (LAB) dan 90.000 MT Branched Alkylbenzene (BAB).

    Proses produksi: Normal Paraffin yang telah diolah menjadi Olefin direaksikan dengan Benzene dengan bantuan Asam HF.

    Harga jual rata-rata produk maupun harga bahan baku pada tahun 2016 lebih rendah dibandingkan tahun 2015. Namun demikian, pergerakan harga minyak mentah dunia yang stabil dan cenderung meningkat disepanjang tahun 2016, telah meningkatkan volume penjualan AB tahun 2016 sebesar 13,54%.

    Dengan demikian nilai penjualan tahun 2016 sebesar USD 201,18 juta, meningkat 2,97% dari nilai penjualan tahun 2015 yang tercatat sebesar USD195,38 juta. Di sisi lain, harga pokok penjualan tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 3,22% dari yang tercatat pada tahun 2015 sebesar USD 184,77 juta menjadi USD 178,81 juta.

    Total beban operasi pada tahun 2016 mengalami penurunan 17,06% dibandingkan tahun 2015, dari yang semula tercatat sebesar USD 9,97 juta menjadi USD 8,27 juta, penurunan ini terutama dari peningkatan laba selisih kurs operasional.

    Pada tahun 2015, UIC turut serta dalam program revaluasi aset tetap yang diselenggarakan oleh Pemerintah. UIC mendapatkan persetujuan dari kantor pajak atas permohonan revaluasi aset tetap tersebut pada bulan September 2016. Sehubungan dengan itu, UIC mencatat pajak penghasilan tangguhan-bersih,
    yang timbul dari revaluasi aset tetap sebesar USD 13,57 juta, setelah dikurangi dengan pajak final pada revaluasi aset tetap sebesar USD 1,86 juta. Total manfaat pajak penghasilan bersih meningkat sebesar USD 10,45 juta atau 5.095,27%.


    Entitas Anak

    PT Petrocentral (Petrocentral)

    Perseroan memiliki 61,72% kepemilikan saham di Petrocentral.

    Petrocentral adalah entitas anak yang beroperasi di Gresik, Jawa Timur dan merupakan produsen tunggal Sodium Tripolyphosphate (STPP) di Indonesia dengan kapasitas produksi terpasang sebesar 50.000 MT pertahun. STPP digunakan sebagai salah satu bahan baku utama dalam deterjen yang berfungsi sebagai “water softener”, sehingga dapat meningkatkan daya bersih deterjen.

    Petrocentral terus berupaya untuk menjaga kualitas produknya, hal ini dibuktikan dengan dapat dipertahankannya sertifikasi ISO 9001:2008 untuk sistem manajemen kualitas (Quality Management System) oleh Standard Assurance and Innovation (SAI) Global Limited dan The International Certification Network (IQNet) sejak tahun 2004.

    Insentif yang diberikan oleh Pemerintah China kepada produsen dalam negerinya yang melakukan ekspor STTP menyebabkan pasar domestik Indonesia dipenuhi oleh produk-produk dari China. Harga bahan baku yang relatif tinggi dan kurangnya proteksi Pemerintah Indonesia dalam melindungi produsen dalam negeri menyebabkan harga jual Petrocentral tidak dapat bersaing dengan
    produk impor.

    Pasar yang telah dipenuhi produk impor menurunkan produksi Petrocentral, terutama pada semester pertama tahun 2016. Namun demikian, pada kuartal ke empat 2016, manajemen dengan didukung oleh pihak pemasok dan pelanggan, kembali memenuhi pasar domestik. Hal ini memberikan angin segar kepada Petrocentral yang diharapkan akan memberikan kinerja yang baik pada tahun 2017.

    Nilai penjualan Petrocentral turun dari USD 28,48 juta di tahun 2015 menjadi USD 14,54 juta pada tahun 2016. Seiring dengan menurunnya penjualan, harga pokok penjualan di tahun 2016 juga mengalami penurunan sebesar 40,89% menjadi USD15,68 juta dari yang sebelumnya pada tahun 2015 tercatat sebesar USD 26,53 juta.

    Pada tahun 2016 beban operasi mengalami peningkatan sebesar 4,04% sedangkan beban keuangan meningkat sebesar 244.97%, peningkatan beban keuangan terutama karena peningkatan beban bunga bank. Petrocentral membukukan rugi sebelum pajak sebesar USD 2,63 juta pada tahun 2016, mengalami penurunan sebesar 500,56% dari yang sebelumnya pada tahun 2015 mencatat laba sebelum pajak sebesar USD 0,66 juta. Sehingga pada tahun 2016, Petrocentral mencatat rugi tahun berjalan sebesar USD 2,47 juta, sedangkan pada tahun 2015 mencatat laba tahun berjalan sebesar USD 0,48 juta.


    UIC Vietnam Co., Ltd. (UICV)

    Perseroan memiliki 100% kepemilikan saham di UICV.

    UICV memiliki pabrik yang berlokasi di Dong Nai, Vietnam dan bergerak dalam produksi dan distribusi Linear Aklylbenzene Sulphonic Acid (LABSA) dan Sodium Lauryl Ether Sulphate (SLES) dengan total kapasitas produksi terpasang sebesar 30.000 MT per tahun. LABSA adalah komponen aktif utama dalam hampir seluruh deterjen bubuk dan cair. Selain itu, LABSA juga merupakan komponen pembersih utama dalam shampo dan sabun cair, dan sebagai pelarut dalam industri obat-obatan. Komitmen UICV untuk tetap memuaskan pelanggan dengan kualitas produk yang tinggi tercermin dengan dipertahankannya sertifikasi ISO 9001:2008.

    Pada tahun 2016, baik volume maupun nilai penjualan UICV mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015. Seiring dengan peningkatan nilai penjualan, harga pokok penjualan UICV juga mengalami peningkatan.


    Universal Interchemical Corp. Pte., Ltd. (UICPL)

    Perseroan memiliki 100% kepemilikan saham di UICPL.

    UICPL merupakan entitas anak yang berlokasi di Singapura dan terdaftar dengan nomor usaha 199100093N. Bidang usaha UICPL adalah agen perdagangan bahan-bahan kimia dan suku cadang untuk Perseroan UIC.

    UICPL memiliki 100% kepemilikan saham di AWAL, entitas anak di Australia yang bergerak di industri Surfactant dan bisnis perdagangan Phosphate.

    Untuk tahun 2016, marjin laba bruto UICPL tercatat sebesar 3,46% meningkat dibandingkan marjin laba bruto 2015 yang tercatat sebesar 1,20%. Pada tahun 2016 UICPL mencatat laba tahun berjalan sebesar USD 102,43 ribu sedangkan pada tahun 2015 mencatat laba tahun berjalan sebesar USD 67,40 ribu, mengalami peningkatan sebesar 51,97%, hal ini terutama dikarenakan peningkatan nilai penjualan.


    Albright & Wilson (Australia) Limited (AWAL)

    100% kepemilikan saham Albright & Wilson (Australia) Limited dimiliki oleh UICPL.

    AWAL merupakan produsen Surfactant, bahan baku deterjen dan bahan pembantu untuk beton dan eternit. Produk yang dihasilkan AWAL biasanya digunakan dalam industri kosmetik, kertas, shampo, pertambangan dan pengolahan mineral, obat-obatan, pupuk serta pengelolaan gedung dan air. Selain itu, AWAL juga melakukan bisnis perdagangan bahan kimia termasuk serangkaian produk Phosphate.

    AWAL merupakan pemilik 100% saham Albright & Wilson New Zealand (AWNZ), sebuah perusahaan dagang yang menyediakan fasilitas pemasaran dan gudang untuk produk-produk AWAL di Selandia Baru.

    AWAL memiliki pabrik di Wetherill Park-New South Wales untuk memproduksi produk-produk Surfactant. Pabrik tersebut telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008. Fasilitas penjualan, pemasaran dan gudang berlokasi di Brisbane, Melbourne, Perth dan Sydney. AWAL juga melakukan aktivitas penjualan dan pemasaran produk Phosphate yang memenuhi spesifikasi AWAL, dengan bekerjasama dengan Petrocentral dan juga beberapa produsen lainnya.

    Nilai penjualan AWAL tahun 2016 tercatat sebesar USD 55,94 juta, mengalami peningkatan sebesar 1,25% dibandingkan nilai penjualan tahun 2015 yang tercatat sebesar USD 55,25 juta. Laba bruto AWAL pada tahun 2016 mengalami penurunan sebesar USD 0,07 juta atau 0,86%, dari USD 8,64 juta pada tahun 2015 menjadi USD 8,57 juta. Marjin laba bruto tahun 2016 adalah sebesar 15,31% sedangkan marjin laba bruto tahun 2015 sebesar 15,64%.


    Industri Properti

    Selain bergerak di bidang industri kimia, Perseroan juga mengembangkan usahanya di industri properti, di mana terdapat 2 (dua) entitas anak yang menanganinya:


    PT Unggul Indah Investama (UII)

    Perseroan memiliki 99,99% kepemilikan saham di UII.

    UII adalah holding company yang didirikan pada tahun 1996 berkaitan dengan rencana partisipasi Perseroan dalam PT Wiranusa Grahatama (WG), sebuah perusahaan patungan untuk membangun gedung perkantoran dan apartemen. Seluruh saham UII, minus 1 (satu) saham, dimiliki oleh Perseroan. Sejak tahun 2005, UII menjadi Pemegang Saham utama di WG dengan kepemilikan saham sebesar 55%. Sejak Mei 2012, UII juga melakukan perdagangan barang untuk UIC, bila diperlukan.


    PT Wiranusa Grahatama (WG)

    55% kepemilikan saham di WG dimiliki oleh UII.

    WG merupakan entitas anak yang mengembangkan proyek pembangunan kompleks apartemen dan perkantoran di lokasi seluas 3,2 hektar yang terletak di
    pusat bisnis Jakarta, Jl. Jend. Gatot Subroto. Kompleks Apartemen Pearl Garden yang dibangun sejak akhir 2004 ini memiliki 235 unit apartemen dan dibangun di atas tanah seluas 1,7 hektar dengan konsep lowrise apartment bernuansa resort. WG masih memiliki sisa tanah 1,4 hektar yang rencananya akan dibangun kompleks perkantoran dan hunian dengan konsep high-rise building.

    Pada tahun 2016 WG mencatat pendapatan sebesar Rp. 11,2 miliar, meningkat 6,52% dibandingkan pendapatan tahun 2015 yang tercatat sebesar Rp.10,52 miliar. WG mencatat rugi bruto tahun 2016 sebesar Rp. 2,25 miliar, sedikit membaik dibandingkan rugi bruto tahun 2015 yang tercatat sebesar Rp. 3,63 miliar. Penurunan rugi bruto ini terutama dikarenakan adanya peningkatan tarif jasa pelayanan (service charge) yang dibebankan kepada penghuni apartemen.

    Beban operasi tahun 2016, tercatat sebesar Rp. 5,90 miliar, meningkat dibandingkan beban operasi tahun 2015 yang tercatat sebesar Rp. 4,62 miliar. Peningkatan beban operasi terutama dari beban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang meningkat di tahun 2016.

    Dengan demikian rugi sebelum pajak pada tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar 0,73% dari rugi sebelum Pajak 2015 yang tercatat sebesar Rp. 25 miliar menjadi Rp. 25,19 miliar di tahun 2016. Sedangkan rugi tahun berjalan untuk tahun 2016 tercatat sebesar Rp. 23,34 miliar meningkat dibandingkan rugi bersih tahun 2015 yang tercatat sebesar Rp. 22,83 miliar.


    Laporan Keuangan Konsolidasian


    Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian

    Pada tahun 2016, meskipun pemulihan ekonomi global masih berlangsung lambat, pertumbuhan ekonomi nasional mulai membaik dan pergerakan harga minyak mentah dunia juga mulai stabil dan cenderung meningkat. Faktor-faktor tersebut telah mendorong meningkatnya volume penjualan terutama pada produk segmen surfactant. Di sisi lain pada segmen Phosphate terjadi penurunan penjualan pada salah satu entitas anak Perseroan yaitu Petrocentral yang menghadapi kompetisi berat dari produk China yang masuk ke pasar domestik.

    Dengan demikian walaupun pada tahun 2016 volume penjualan mengalami peningkatan, Perseroan mencatat nilai penjualain konsolidasian sebesar USD 276,11 juta, menurun 3,26% atau USD 9,31 juta dibandingkan nilai penjualan konsolidasian tahun 2015 yang tercatat sebesar USD 285.42 juta. Harga pokok penjualan tahun 2016 juga mengalami penurunan sebesar 7,86% atau USD 20,64 juta dari yang sebelumnya pada tahun 2015 tercatat sebesar USD 262,51 juta menjadi USD 241,87 juta, dikarenakan penurunan harga bahan baku dan meningkatnya efisiensi produksi di tahun 2016.

    Perseroan mencatat laba bruto tahun 2016 sebesar USD 34,25 juta, meningkat sebesar 49,47% dibandingkan yang tercatat pada tahun 2015 sebesar USD 22,91 juta. Pada akhir tahun 2016 Perseroan mencatat marjin laba bruto sebesar 12,40%, lebih tinggi dibandingkan dengan margin laba bruto pada tahun 2015 yang tercatat sebesar 8,03%.

    Pada tahun 2016 beban operasi Perseroan tidak mengalami perubahan yang signifikan, sehingga pada tahun 2016 Perseroan mencatat laba usaha sebesar USD 14,31 juta, meningkat 356,37% dibandingkan laba usaha tahun 2015 yang tercatat sebesar USD 3,13 juta. Laba sebelum pajak pada tahun 2016 meningkat sebesar USD 11,51 juta dari yang sebelumnya pada tahun 2015 mencatat rugi sebelum pajak sebesar USD 0,10 juta menjadi laba sebelum pajak sebesar USD 11,41 juta pada tahun 2016.

    Pada bulan Oktober 2015, Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan Ekonomi Paket V dalam bentuk insentif pajak untuk Revaluasi Aset Tetap sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 191/PMK/010/2015 yang telah direvisi dengan PMK No. 233/PMK.03/2015. Sehubungan dengan hal tersebut, pada bulan Desember 2015 Perseroan turut memanfaatkan kebijakan Pemerintah tersebut dengan mengajukan permohonan Revaluasi Aset Tetap dan telah mendapatkan persetujuan dari Direktur Jenderal Pajak dalam suratnya dengan No. Kep-523/WPJ.19/2016 pada bulan September 2016. Perseroan melakukan Revaluasi Aset Tetap hanya untuk tujuan perpajakan, maka konsekuensi pajak yang timbul dari revaluasi tersebut diakui dalam laba rugi. Dengan demikian pada akhir tahun 2016 Perseroan mencatat manfaat pajak penghasilan tangguhan bersih sebesar USD 9,72 juta (setelah dipotong Pajak Final revaluasi aset tetap sebesar 3% atau USD1,86 juta dan beban pajak lainnya), mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015 yang tercatat sebesar USD 0,76 juta.

    Dengan demikian pada tahun 2016, Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 22,85 juta, meningkat signifikan sebesar USD 23,14 juta atau 8.140,93% dibandingkan dengan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2015 sebesar USD 0,28 juta. Sedangkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non pengendali mengalami penurunan sebesar 197,71% dari yang sebelumnya pada tahun 2015 tercatat rugi sebesar USD 0,58 juta menjadi rugi sebesar USD 1,73 juta pada tahun 2016.

    EBITDA (Pendapatan sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi) konsolidasian untuk tahun 2016 adalah USD 19,74 juta, sedangkan EBITDA konsolidasian untuk tahun 2015 adalah USD 8,62 juta. Pada tanggal 31 Desember 2016, rasio perbandingan EBITDA terhadap beban bunga neto adalah 10,3:1, sedangkan rasio perbandingan liabilitas berbunga setelah dikurangi kas dan setara kas terhadap jumlah ekuitas adalah 4,5:1. Rasio-rasio tersebut memenuhi rasio yang dipersyaratkan bank kreditur Perseroan. Pada tanggal 31 Desember 2015, Perseroan juga telah memenuhi rasio yang dipersyaratkan oleh bank kreditur.


    Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

    Aset

    Aset lancar konsolidasian per 31 Desember 2016 tercatat sebesar USD 152,61 juta, turun 2,01% dibandingkan dengan aset lancar konsolidasian per 31 Desember 2015 yang tercatat sebesar USD 155,73 juta. Sebagian besar aset lancar, yakni 86,67% dan 82,53% masing-masing untuk tahun 2016 dan 2015 adalah persediaan dan piutang usaha.

    Sedangkan aset tidak lancar tahun 2016 tercatat sebesar USD 74,31 juta, meningkat sebesar 11,38% dibanding tahun lalu yang tercatat sebesar USD 66,71 juta, peningkatan ini terutama dari aset pajak tangguhan yang pada tahun 2015 tercatat sebesar USD 3,46 juta menjadi USD 15,13 juta pada tahun 2016, yang merupakan dampak dari manfaat pajak tangguhan revaluasi aset tetap.

    Dengan demikian, total aset per 31 Desember 2016 adalah USD 226,91 juta, meningkat sebesar USD 4,47 juta atau 2,01% dari total aset per 31 Desember 2015
    yang tercatat sebesar USD 222,45 juta.


    Liabilitas

    Total liabilitas jangka pendek pada tahun 2016 tercatat sebesar USD 51,64 juta, mengalami penurunan sebesar 15,99% atau USD 9,83 juta dari saldo liabilitas jangka pendek pada tahun 2015 yang tercatat sebesar USD 61,48 juta. Hal ini terutama disebabkan penurunan utang bank jangka pendek.

    Total liabilitas jangka panjang pada tahun 2016 juga mengalami penurunan sebesar 30,14% dari yang sebelumnya pada tahun 2015 tercatat sebesar USD 20,15
    juta, menjadi sebesar USD 14,08 juta pada tahun 2016. Hal ini disebabkan oleh pembayaran angsuran utang bank jangka panjang dan penurunan liabilitas pajak tangguhan.

    Dengan demikian, total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2016 tercatat sebesar USD 65,73 juta, turun sebesar USD 15,91 juta atau 19,49% dibandingkan dengan total liabilitas pada 31 Desember 2015 yang tercatat sebesar USD 81,63 juta.


    Ekuitas

    Saldo laba tahun 2016, setelah memperhitungkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 22,85 juta dan rugi pengukuran kembali program imbalan pasti sebesar USD 0,24 juta, tercatat sebesar USD 88,69 juta mengalami peningkatan sebesar USD 22,62 juta atau 34,53% dibandingkan saldo laba tahun 2015 yang tercatat sebesar USD 66,08 juta

    Kepentingan non pengendali tahun 2016 tercatat sebesar USD 0,44 juta, mengalami penurunan sebesar USD 1,79 juta atau 80,11% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 2,23 juta. Dengan demikian, total ekuitas pada 31 Desember 2016 tercatat sebesar USD 161,19 juta, mengalami penurunan sebesar 14,47% dari USD 140,81 juta pada 31 Desember 2015.


    Laporan Arus Kas Konsolidasian

    a. Arus kas dari aktivitas operasi:

    Pada tahun 2016, kas neto yang diperoleh dari operasi mengalami peningkatan sebesar USD 4,48 juta dari tahun 2015 yang tercatat sebesar USD 7,68 juta menjadi USD 12,16 juta. Kenaikan perolehan kas neto dari aktivitas operasi terutama disebabkan penerimaan restitusi pajak tahun fiskal 2014 dan berkurangnya pembayaran pajak pertambahan nilai pada tahun 2016.


    b. Arus kas dari Aktivitas investasi:

    Kas neto yang digunakan untuk Aktivitas investasi pada tahun 2016 tercatat sebesar USD 2,83 juta, mengalami peningkatan sebesar USD 1,4 juta dibandingkan saldo pada tahun 2015 yang tercatat sebesar USD 1,43 juta. Peningkatan aktivitas investasi pada tahun 2016 terutama adalah untuk proyek pembangunan dermaga.


    c. Arus kas dari Aktivitas pendanaan:

    Kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada tahun 2016 tercatat sebesar USD 13,51 juta, sedangkan pada tahun 2015 kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar USD 3,53 juta. Pada tahun 2016, kebutuhan modal kerja mengalami penurunan dan tidak terdapat belanja modal yang signifikan sehingga Perseroan dapat mengalokasikan sebagian besar kas yang diperoleh dari operasi untuk melunasi utang.



    KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG

    Perseroan dan entitas anak menerima fasilitas pinjaman dari beberapa bank kreditur guna mendukung kebutuhan modal kerja. Bank kreditur menetapkan beberapa rasio yang harus dipertahankan oleh Perseroan dan entitas anak penerima pinjaman. Pada akhir tahun 2016 dan 2015, Perseroan memenuhi rasio yang dipersyaratkan. Seluruh bank kreditur memperpanjang fasilitas pinjaman jangka pendek yang jatuh tempo.


    Analisa Rasio
    untuk tahun tang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2016
    %
    2015
    %
    Rasio Lancar
    295.49253.32
    Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas
    40.7857.97
    Rasio Liabilitas terhadap Asset
    28.9736.70


    TINGKAT KOLEKTIBILITAS PIUTANG

    Berdasarkan hasil penelaahan pada akhir tahun 2016, manajemen berkeyakinan bahwa total penyisihan penurunan nilai piutang sebesar USD 144,53 ribu pada akhir tahun 2016 cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari tidak tertagihnya piutang usaha dan tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas piutang lain-lain, oleh karena itu, tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai piutang lain-lain.



    STRUKTUR PERMODALAN

    Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, rincian Pemegang Saham dan kepemilikan sahamnya masing-masing berdasarkan pencatatan yang dilakukan oleh biro administrasi efek adalah sebagai berikut:


    per 31 Desember 2016

    Pemegang SahamJumlah Saham%Total (USD)
    PT Aspirasi Luhur181.351.60447,31%42.672.235
    PT Alas Pusaka43.660.82111,39%10.273.440
    PT Salim Chemicals Corpora39.092.42010,20%9.198.490
    Publik dan lain-lain (kepemilikan <5%)119.226.51831.10%28.054.133
    Total383.331.363100,00%90.198.298
    Pada tanggal 31 Desember 2016, Hanny Sutanto, Wakil Presiden Komisaris Perseroan memiliki 318.509 (0,08%) saham Perseroan.

    per 31 Desember 2015

    Pemegang SahamJumlah Saham%Total (USD)
    PT Aspirasi Luhur181.351.60447,31%42.672.235
    PT Alas Pusaka43.660.82111,39%10.273.440
    PT Salim Chemicals Corpora39.092.42010,20%9.198.490
    HSBC Singapore Branch Private Banking38.773.41410,11%9.123.428
    Publik (kepemilikan <5%)80.453.10420,99%18.930.705
    Total383.331.363100,00%90.198.298

    Pada tanggal 31 Desember 2015, Hanny Sutanto, Wakil Presiden Komisaris Perseroan memiliki 148.945 (0,04%) saham Perseroan.


    Pengelolaan Modal

    Tujuan utama pengelolaan modal Perseroan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi Pemegang Saham. Selain itu, Perseroan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas efektif tanggal 16 Agustus 2007 untuk mengkontribusikan sampai dengan 20% dari modal saham ditempatkan dan disetor penuh ke dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut dipertimbangkan oleh Perseroan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS).

    Perseroan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian terhadap perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perseroan dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada Pemegang Saham, menerbitkan saham baru atau mengusahakan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015. Kebijakan Perseroan adalah mempertahankan rasio modal kerja, struktur permodalan yang sehat untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar.


    IKATAN MATERIAL

    Tidak ada ikatan material selain yang telah diungkapkan dalam catatan 35 atas laporan keuangan konsolidasian, “Perjanjian-perjanjian Signifikan”.


    INVESTASI BARANG MODAL

    Investasi barang modal yang direalisasikan dalam tahun buku 2016 adalah sebesar USD 2,87 juta. Sebagian besar investasi barang modal tersebut yaitu sebesar 71,38 % atau USD 2,05 juta digunakan untuk proyek pembangunan perluasan Dermaga Perseroan.  Tujuan dilakukannya pembangunan perluasan Dermaga tersebut adalah untuk  meningkatkan kapasitas pengiriman baik bahan baku maupun barang jadi, dengan demikian Perseroan dapat meningkatkan efisiensi dalam pengiriman dan juga menekan biaya pengangkutan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap laba Perseroan. Investasi barang modal lainnya sebesar 28,62% atau USD 0,82 juta digunakan untuk penambahan aset guna menunjang kegiatan operasi Perseroan.


    INFORMASI DAN FAKTA MATERIAL SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN

    Tidak ada informasi dan fakta material yang terjadi antara akhir periode pelaporan dan tanggal laporan keuangan disetujui untuk diterbitkan.


    -Y-

Hubungan Investor
  • Laporan Dewan Komisaris
  • Laporan Direksi
  • Analisa dan Pembahasan Manajemen
  • Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
  • Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
  • Grafik Keuangan Penting
  • Analisa Rasio
  • Prospek dan Strategi Usaha
  • Keunggulan Kompetitif dan Manajemen Risiko
  • Saham, Dividen dan Kronologis Pencatatan Saham
  • Perubahan Peraturan, Perundang-undangan dan Kebijakan Akuntansi Signifikan
  • Laporan Tahunan