Analisa dan Pembahasan Manajemen
  • Tinjauan & Analisa Kinerja Keuangan Per Segmen


    Industri Kimia


    Perusahaan Induk

    PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (UIC)

    UIC memiliki tiga unit produksi Alkylbenzene (AB) dengan kapasitas produksi sebesar 270.000 MT per tahun yang terdiri dari 180.000 MT Linear Alkylbenzene (LAB) dan 90.000 MT Branched Alkylbenzene (BAB).

    Proses Produksi: Normal Paraffin yang telah diolah menjadi Olefin direaksikan dengan Benzene dengan bantuan Asam HF.

    Produksi AB dan produk sampingannya tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 8,69% dibandingkan tahun 2017, sedangkan volume penjualan tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 2,21% dibanding tahun lalu. Nilai penjualan tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 9,25% yaitu tercatat sebesar USD 247,84 juta dan pada tahun 2017 tercatat sebesar USD 226,86 juta. Pergerakan harga minyak mentah dunia yang cenderung meningkat di sepanjang kuartal pertama sampai kuartal ketiga tahun 2018, membuat harga jual rata-rata produk maupun harga bahan baku pada tahun 2018 meningkat dibandingkan tahun 2017.

    Pada kuartal keempat tahun 2018, harga minyak mentah dunia turun drastis dari USD 71 menjadi USD 46 per barrel, penurunan ini berdampak pada harga jual rata-rata produk kami sehingga marjin laba bruto mengalami tekanan. Selain itu pada akhir tahun 2018, UIC memiliki cukup banyak persediaan yang harga perolehannya menjadi lebih tinggi dari harga pasar yang turun seiring dengan penurunan harga minyak mentah tersebut di atas. Berdasarkan standar akuntansi, persediaan harus dicatat pada nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dengan nilai realisasi bersihnya, sehingga pada akhir tahun 2018 UIC mencatat penyisihan atas kerugian penurunan nilai pasar persediaan yang cukup besar. Hal ini tentunya manambah beban pada harga pokok pendapatan dan menyebabkan laba bruto tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 13,93% dari USD 25,50 juta pada tahun 2017 menjadi USD 21,95 juta.

    Total beban operasi pada tahun 2018 juga mengalami kenaikan sebesar 20,53% dibandingkan tahun 2017, dari yang semula tercatat sebesar USD 9,44 juta menjadi USD 11,38 juta, peningkatan ini terutama berasal dari rugi selisih kurs operasi yang dipicu oleh melemahnya mata uang Rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat. Posisi net monetary assets dalam mata uang Rupiah menjadi turun nilainya dalam pencatatan pada laporan

    keuangan perusahaan, di mana perusahaan mencatat peningkatan rugi selisih kurs operasi. Dengan demikian pada tahun 2018, UIC mencatat laba usaha sebesar USD 10,57 juta, mengalami penurunan 34,18% dibandingkan laba usaha tahun 2017 yang tercatat sebesar USD 16,06 juta. Laba sebelum pajak penghasilan juga mengalami penurunan sebesar 32.58% dari yang tercatat sebesar USD 16,9 juta di tahun 2017 menjadi USD 11,43 juta di tahun 2018.

    Pada tahun 2018, UIC sebagai Perusahaan Terbuka telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan insentif penurunan tarif pajak penghasilan badan

    sebesar 5% sesuai dengan peraturan yang disyaratkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.56 tahun 2015 tentang Perubahan Atas PP Nomor 77 Tahun 2013 Tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri Yang Berbentuk Perseroan Terbuka. Sehingga tarif pajak yang dikenakan pada tahun 2018 lebih rendah dibandingkan tahun 2017.

    Sehubungan dengan penurunan laba sebelum pajak penghasilan dan tarif pajak penghasilan badan tersebut, beban pajak penghasilan bersih di tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 63,50% dari yang tercatat di tahun 2017 sebesar USD 5,19 juta menjadi USD 1,89 juta di tahun 2018, sehingga Laba tahun berjalan (laba bersih) pada tahun 2018 tercatat sebesar USD 9,54 juta, menurun 18,93% dibandingkan laba bersih tahun 2017 yang tercatat sebesar USD 11,76 juta.


    Entitas Anak

    PT Petrocentral (Petrocentral)

    Perseroan memiliki 61,72% kepemilikan saham di Petrocentral.

    Petrocentral adalah entitas anak yang beroperasi di Gresik, Jawa Timur dan merupakan produsen tunggal Sodium Tripolyphosphate (STPP) di Indonesia dengan kapasitas produksi terpasang sebesar 50.000 MT per tahun. STPP digunakan sebagai salah satu bahan baku utama dalam deterjen yang berfungsi sebagai "water softener", sehingga dapat meningkatkan daya bersih deterjen.

    Petrocentral terus berupaya untuk menjaga kualitasproduknya, hal ini dibuktikan dengan dapat dipertahankannya sertifikasi ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen kualitas (Quality Management System) oleh Standard Assurance and Innovation (SAI) Global Limited dan The International Certification Network (IQNet) sejak tahun 2004.

    Insentif yang diberikan oleh Pemerintah China kepada produsen dalam negerinya yang melakukan ekspor STPP menyebabkan pasar domestik Indonesia dipenuhi oleh produk-produk dari China. Harga bahan baku yang relatif tinggi dan kurangnya proteksi Pemerintah Indonesia dalam melindungi produsen dalam negeri menyebabkan harga jual Petrocentral sulit untuk bersaing dengan produk impor.

    Pada tahun 2018, Produksi Petrocentral meningkat sebesar 10,84% dibandingkan tahun 2017, sedangkan volume penjualan meningkat sebesar 2,99% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai penjualan Petrocentral pada tahun 2018 tercatat sebesar USD 33,79 juta meningkat sebesar 10,61% dibandingkan nilai penjualan tahun 2017 yang tercatat sebesar USD 30,55 juta. Pada tahun 2018, Petrocentral membukukan laba bruto sebesar USD 1,21 juta menurun 24,76% dibandingkan laba bruto tahun 2017 yang tercatat sebesar USD 1,21 juta. Marjin laba bruto tahun 2018 adalah sebesar 3,58%, penurunan ini dikarenakan adanya kenaikan harga bahan baku.

    Petrocentral mencatat Laba sebelum pajak sebesar USD 0,04 juta pada tahun 2018, menurun sebesar 83,51% dari yang sebelumnya pada tahun 2017 mencatat laba sebelum pajak sebesar USD 0,22 juta. Dengan demikian pada tahun 2018, Petrocentral mencatat laba bersih sebesar USD 0,03 juta sedangkan pada tahun 2017 mencatat laba bersih sebesar USD 0,11 juta.


    UIC Vietnam Co., Ltd. (UICV)

    Perseroan memiliki 100% kepemilikan saham di UICV.

    UICV memiliki pabrik yang berlokasi di Dong Nai, Vietnam dan bergerak dalam produksi dan distribusi Linear Aklylbenzene Sulphonic Acid (LABSA) dan Sodium Lauryl Ether Sulphate (SLES) dengan total kapasitas produksi terpasang sebesar 30.000 MT per tahun. LABSA adalah komponen aktif utama dalam hampir seluruh deterjen bubuk dan cair. Selain itu, LABSA juga merupakan komponen pembersih utama dalam shampo dan sabun cair, dan sebagai pelarut dalam industri obat-obatan. Komitmen UICV untuk tetap memuaskan pelanggan dengan kualitas produk yang tinggi tercermin dengan dipertahankannya sertifikasi ISO 9001:2008.

    Pada tahun 2018, Produksi UICV meningkat sebesar 4,84% dibandingkan produksi tahun 2017, begitupun dengan volume penjualan UICV mengalami peningkatan sebesar 12,55% dibandingkan tahun 2017. Nilai penjualan tahun 2018 tercatat sebesar USD 24,29 juta meningkat 11,49% dibandingkan nilai penjualan tahun 2017 yang tercatat sebesar USD 21,79 juta.

    Laba bruto UICV pada tahun 2018 tercatat sebesar USD 1,46 juta, meningkat 38,30% dibandingkan dengan laba bruto tahun 2017 yang tercatat sebesar USD 1,05 juta. Peningkatan ini seiring dengan peningkatan volume dan nilai penjualan tahun 2018. UICV membukukan marjin laba bruto sebesar 6% pada tahun 2018 dan sebesar 4,84% pada tahun 2017.

    Dengan demikian UICV mencatat laba bersih tahun 2018 sebesar USD 0,23 juta, meningkat 65,04% dibandingkan laba bersih tahun 2017 yang tercatat sebesar USD 0,08 juta.


    Universal Interchemical Corp. Pte., Ltd. (UICPL)

    Perseroan memiliki 100% kepemilikan saham di UICPL.

    UICPL merupakan entitas anak yang berlokasi di Singapura dan terdaftar dengan nomor usaha 199100093N. Saat ini, bidang usaha utama UICPL adalah investasi. UICPL memiliki 100% kepemilikan saham di AWAL, entitas anak di Australia yang bergerak di industri Surfactant dan bisnis perdagangan Phosphate. Bidang usaha lain UICPL adalah sebagai agen perdagangan bahan kimia dan suku cadang untuk keperluan kelompok usaha.

    Pada tahun 2018, marjin laba bruto UICPL tercatat sebesar 0,97% menurun dibandingkan marjin laba bruto 2017 yang tercatat sebesar 2,65%. Pada tahun 2018, UICPL mencatat laba bersih sebesar USD 1,47 juta sedangkan pada tahun 2017 mencatat laba bersih sebesar USD 0,12 juta, mengalami peningkatan sebesar USD 1,35 juta, peningkatan laba ini terutama dikarenakan pada tahun 2018 UICPL memperoleh pendapatan operasi lain berupa dividen dari entitas anaknya yaitu Albright & Wilson (Australia) Limited (AWAL).


    Albright & Wilson (Australia) Limited (AWAL)

    UICPL memiliki 100% kepemilikan saham Albright & Wilson (Australia) Limited.

    AWAL merupakan produsen Surfactant, bahan baku deterjen dan bahan pembantu untuk beton dan eternit. Produk yang dihasilkan AWAL biasanya digunakan dalam industri kosmetik, kertas, shampo, pertambangan dan pengolahan mineral, obat-obatan, pupuk serta pengelolaan gedung dan air. Selain itu, AWAL juga melakukan bisnis perdagangan bahan kimia termasuk serangkaian produk Phosphate.

    AWAL merupakan pemilik 100% saham Albright & Wilson New Zealand (AWNZ), sebuah perusahaan dagang yang menyediakan fasilitas pemasaran dan gudang untuk produk-produk AWAL di Selandia Baru.

    AWAL memiliki pabrik di Wetherill Park-New South Wales untuk memproduksi produk-produk Surfactant. Pabrik tersebut telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008. Fasilitas penjualan, pemasaran dan gudang berlokasi di Brisbane, Melbourne, Perth dan Sydney. AWAL juga melakukan aktivitas penjualan dan pemasaran produk Phosphate yang memenuhi spesifikasi AWAL, dengan bekerjasama dengan Petrocentral dan juga beberapa produsen lainnya.

    Nilai penjualan AWAL tahun 2018 tercatat sebesar USD 62,27 juta, mengalami peningkatan sebesar 10,66% dibandingkan nilai penjualan tahun 2017 yang tercatat sebesar USD 55,37 juta. Laba bruto AWAL pada tahun 2018 mengalami sedikit penurunan sebesar 1,52%, dari USD 7,96 juta pada tahun 2017 menjadi USD 7,83 juta. Marjin laba bruto tahun 2018 adalah sebesar 12,79% sedangkan marjin laba bruto tahun 2017 sebesar 14,37%.

    Pada tahun 2018 AWAL melakukan transaksi penjualan tanah yang terletak di Yarraville, Austalia dengan nilai sebesar AUD 24 juta. Laba atas penjualan tanah tersebut dibukukan sebagai pendapatan operasi lainnya senilai USD 16,3 juta. Dengan adanya tambahan pendapatan tersebut, AWAL mencatat laba sebelum pajak sebesar USD 18,96 juta meningkat 830,24% dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 1,75 juta. Laba bersih AWAL pada tahun 2018 tercatat sebesar USD 13,45 juta, meningkat 986,42% dibandingkan dengan laba bersih yang tercatat pada tahun 2017 yaitu sebesar USD 1,24 juta.


    Industri Properti

    Selain bergerak di bidang industri kimia, Perseroan juga mengembangkan usahanya di industri properti, di mana terdapat 2 (dua) entitas anak yang menanganinya yaitu sebagai berikut:


    PT Unggul Indah Investama (UII)

    Perseroan memiliki 99,99% kepemilikan saham di UII.

    UII adalah holding company yang didirikan pada tahun 1996 berkaitan dengan rencana partisipasi Perseroan dalam PT Wiranusa Grahatama (WG), sebuah

    perusahaan patungan untuk membangun gedung perkantoran dan apartemen. Seluruh saham UII, minus 1 (satu) saham, dimiliki oleh Perseroan. Sejak tahun 2005, UII menjadi Pemegang Saham utama di WG dengan kepemilikan saham sebesar 55%. Sejak Mei 2012, UII juga melakukan perdagangan barang untuk UIC, bila diperlukan.


    PT Wiranusa Grahatama (WG)

    55% kepemilikan saham di WG dimiliki oleh UII.

    WG merupakan entitas anak yang mengembangkan proyek pembangunan kompleks apartemen dan perkantoran di lokasi seluas 3,2 hektar yang terletak di pusat bisnis Jakarta, Jl. Jend. Gatot Subroto. Kompleks Apartemen Pearl Garden yang dibangun sejak akhir 2004 ini memiliki 235 unit apartemen dan dibangun di atas tanah seluas 1,7 hektar dengan konsep low-rise apartment bernuansa resor. WG masih memiliki sisa tanah 1,4 hektar yang rencananya akan dibangun kompleks perkantoran dan hunian dengan konsep high-rise building.

    Pada tahun 2018 WG mencatat pendapatan sebesar IDR 12,67 miliar, meningkat 9,01% dibandingkan pendapatan tahun 2017 yang tercatat sebesar IDR 11,62 miliar. Rugi bruto tahun 2018 tercatat sebesar IDR 1,71 miliar, sedangkan tahun 2017 rugi bruto tercatat sebesar IDR 2,25 miliar.

    Beban keuangan tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 42,84% dari yang semula pada tahun 2017 tercatat sebesar IDR 14,15 miliar menjadi IDR 8,09 miliar. Penurunan ini terutama karena adanya penurunan beban bunga pinjaman sehubungan dengan telah dilakukannya pelunasan seluruh pinjaman berbunga di tahun 2018.

    Dengan demikian rugi sebelum pajak pada tahun 2018 tercatat sebesar IDR 14,14 miliar, mengalami penurunan sebesar 34,57% dari rugi sebelum pajak tahun 2017 sebesar IDR 21,62 miliar. Rugi bersih untuk tahun 2018 adalah sebesar IDR 14,12 miliar menurun 29,18% dibandingkan rugi bersih tahun 2017 yang tercatat sebesar IDR 19,94 miliar.

    Pada tahun 2018, para pemegang saham WG telah melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor dengan total nilai setoran modal sebesar IDR 129,16 miliar sesuai dengan persentase kepemilikan saham masing-masing pemegang saham dalam WG. Dengan adanya setoran modal tersebut maka saldo modal ditempatkan dan disetor penuh pada 31 Desember 2018 tercatat sebesar IDR 265 miliar dari yang sebelumnya pada tanggal 31 Desember 2017 tercatat sebesar IDR 135,84 miliar. Dana yang diperoleh dari setoran modal tersebut sebagian besar digunakan untuk pembayaran pinjaman.


    Laporan Keuangan Konsolidasian


    Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian

    Di tengah kondisi ekonomi global yang masih tidak menentu dan pergerakan harga minyak mentah dunia yang cenderung mengalami peningkatan pada tahun 2018, kinerja Perseroan pada tahun 2018 dapat berjalan dengan baik.

    Pada tahun 2018 Perseroan mencatat nilai penjualan konsolidasian sebesar USD 350,40 juta, meningkat 9,31% atau USD 29,85 juta dibandingkan nilai penjualan konsolidasian tahun 2017 yang tercatat sebesar USD 320,55 juta.

    Harga minyak mentah dunia sepanjang tahun 2018 tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2017, hal ini berdampak pada kenaikan harga bahan baku. Pada kuartal ke empat tahun 2018, harga minyak mentah dunia mengalami penurunan, dimana harga terendah terjadi di akhir tahun 2018. Penurunan harga minyak mentah tersebut menyebabkan marjin laba bruto Perseroan tergerus, dan Perseroan harus mencatat penyisihan atas kerugian penurunan nilai persediaan karena harga perolehan persediaan tercatat lebih tinggi dari nilai realisasi bersihnya. Hal tersebut diatas, menyebabkan harga pokok pendapatan tahun 2018 mengalami peningkatan, selain dari kenaikan volume pendapatan dan kenaikan biaya sewa tanki serta biaya terkait lainnya.

    Laba bruto tahun 2018 tercatat sebesar USD 32,55 juta, menurun 16,67% dibandingkan yang tercatat pada tahun 2017 sebesar USD 39,06 juta. Pada akhir tahun 2018, Perseroan mencatat marjin laba bruto sebesar 9,29%, lebih rendah dibandingkan dengan margin laba bruto pada tahun 2017 yang tercatat sebesar 12,18%. Pada tahun 2018, Perseroan mencatat peningkatan pendapatan operasi lain yang diperoleh dari laba penjualan tanah entitas anak di Australia. Hal tersebut menyebabkan laba usaha Perseroan tahun 2018 meningkat sebesar 61,42% dari USD 18,43 juta pada tahun 2017 menjadi USD 29,75 juta.

    Laba sebelum pajak pada tahun 2018 tercatat sebesar USD 28,14 juta meningkat 59,41% dari yang sebelumnya pada tahun 2017 tercatat sebesar USD 17,65 juta. Pada akhir tahun 2018 Perseroan mencatat beban pajak penghasilan tangguhan bersih sebesar USD 10,86 juta, meningkat 89,81% dibandingkan beban pajak tangguhan bersih tahun 2017 yang tercatat sebesar USD 5,72 juta, Peningkatan ini terutama dari adanya beban pajak atas laba penjualan tanah entitas anak di Australia.

    Dengan demikian pada tahun 2018, Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 17,72 juta, mengalami peningkatan sebesar 41,08% dibandingkan dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2017 yang tercatat sebesar USD 12,56 juta. Sedangkan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non pengendali mengalami penurunan sebesar 30,36% dari yang sebelumnya pada tahun 2017 tercatat rugi sebesar USD 0,63 juta menjadi rugi sebesar USD 0,44 juta pada tahun 2018.

    EBITDA (Pendapatan sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi) konsolidasian untuk tahun 2018 adalah USD 35,08 juta, sedangkan EBITDA konsolidasian untuk tahun 2017 adalah USD 23,91 juta, mengalami peningkatan sebesar 46,72%. Pada tanggal 31 Desember 2018, rasio perbandingan EBITDA terhadap beban bunga neto adalah 18,55:1, sedangkan rasio perbandingan liabilitas berbunga setelah dikurangi kas dan setara kas terhadap jumlah ekuitas adalah 0,03:1. Rasio-rasio tersebut memenuhi rasio yang dipersyaratkan bank kreditur Perseroan. Pada tanggal 31 Desember 2017, Perseroan juga telah memenuhi rasio yang dipersyaratkan oleh bank-bank kreditur.


    Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

    Aset

    Aset lancar konsolidasian per 31 Desember 2018 tercatat sebesar USD 176,40 juta, meningkat sebesar 13,90% dibandingkan dengan aset lancar konsolidasian per 31 Desember 2017 yang tercatat sebesar USD 154,87 juta. Sebagian besar aset lancar adalah kas dan setara kas, persediaan dan piutang usaha, yakni 93,61% dan 92,93% masing-masing untuk tahun 2018 dan 2017. Sedangkan aset tidak lancar tahun 2018 tercatat sebesar USD 60,01 juta, menurun sebesar 12,88% dibanding tahun lalu yang tercatat sebesar USD 68,88 juta, penurunan ini dari penyusutan aset tetap dan penurunan besar lainnya adalah pencatatan kewajiban pajak tangguhan atas piutang dividen dari entitas anak.

    Liabilitas

    Total liabilitas jangka pendek pada tahun 2018 tercatat sebesar USD 66,56 juta, mengalami peningkatan sebesar 10,10% dari saldo liabilitas jangka pendek pada tahun 2017 yang tercatat sebesar USD 60,46 juta. Peningkatan ini terutama disebabkan adanya peningkatan utang bank jangka pendek.

    Total liabilitas jangka panjang pada tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 27,95% dari yang sebelumnya pada tahun 2017 tercatat sebesar USD 4,88 juta, menjadi sebesar USD 3,51 juta pada tahun 2018. Penurunan ini terutama dari penghitungan kembali liabilitas imbalan kerja oleh aktuaria.

    Dengan demikian, total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2018 tercatat sebesar USD 70,08 juta, turun sebesar 7,26% dibandingkan dengan total liabilitas pada 31 Desember 2017 yang tercatat sebesar USD 65,34 juta.

    Ekuitas

    Saldo laba tahun 2018, setelah memperhitungkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 17,72 juta, dividen tunai sebesar USD 2,5 juta, dividen interim tunai sebesar USD 9,07 juta dan rugi pengukuran kembali program imbalan pasti sebesar USD 0,41 juta, tercatat sebesar USD 86,44 juta, mengalami peningkatan sebesar USD 6,56 juta atau 8,21% dibandingkan saldo laba tahun 2017 yang tercatat sebesar USD 79,88 juta.

    Kepentingan non-pengendali tahun 2018 tercatat sebesar USD 8,94 juta, mengalami peningkatan sebesar 59,33% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 5,61 juta. Dengan demikian, total ekuitas pada 31 Desember 2018 tercatat sebesar USD 166,33 juta, mengalami peningkatan sebesar 5% dari USD 158,41 juta pada 31 Desember 2017.


    Laporan Arus Kas Konsolidasian


    a. Arus kas dari aktivitas operasi:

    Pada tahun 2018, kas neto yang diperoleh dari operasi mengalami penurunan sebesar USD 12,68 juta dari tahun 2017 yang tercatat sebesar USD 18,62 juta menjadi USD 5,94 juta. Penurunan kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi terutama disebabkan oleh meningkatnya pembelian dari pemasok karena peningkatan volume produksi dan kenaikan harga bahan baku.

    b. Arus kas dari Aktivitas investasi:

    Kas neto yang diperoleh untuk aktivitas investasi pada tahun 2018 tercatat sebesar USD 19,39 juta, mengalami peningkatan sebesar USD 19,40 juta dibandingkan saldo kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi pada tahun 2017 yang tercatat sebesar USD 0,01 juta. Peningkatan kas neto dari aktivitas investasi ini terutama karena adanya penerimaan hasil penjualan tanah entitas anak Perseroan (AWAL) di Australia. Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi atas pembelanjaan modal pada tahun 2018 adalah sebesar USD 1,76 juta, menurun sebesar 44,21% dibandingkan tahun 2017 yang tercatat sebesar USD 3,16 juta. Penambahan aset tahun 2017 terutama adalah pembangunan perluasan dermaga, sedangkan pembelanjaan modal 2018 digunakan untuk peralatan mesin dan alat-alat pengangkutan.

    c. Arus kas dari Aktivitas Pendanaan:
    Kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada tahun 2018 tercatat sebesar USD 9,6 juta, sedangkan pada tahun 2017 kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar USD 17,66 juta, menurun 45,59%. Penurunan ini karena ada peningkatan penerimaan utang bank jangka pendek dan juga penurunan dalam pembayaran dividen tunai, di mana pada tahun 2017 Perseroan membagikan dividen tunai sebesar USD 20,93 juta sedangkan pada tahun 2018 dividen tunai yang dibagikan adalah sejumlah USD 11,71 juta yang terdiri dari dividen final tahun buku 2017 sebesar USD 2,5 juta dan dividen interim tunai tahun buku 2018 sebesar USD 9,21 juta.


    KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG

    Perseroan dan entitas anak menerima fasilitas pinjaman dari beberapa bank kreditur guna mendukung kebutuhan modal kerja maupun belanja modal. Bank kreditur menetapkan beberapa rasio yang harus dipertahankan oleh Perseroan dan entitas anak penerima pinjaman. Pada akhir tahun 2018 dan 2017, Perseroan memenuhi rasio yang dipersyaratkan. Seluruh bank kreditur memperpanjang fasilitas pinjaman jangka pendek yang jatuh tempo.


    Analisa Rasio
    untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2018
    2017
    Rasio Lancar
    26,5x25,6x
    Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas
    0,42x0,41x
    Rasio Liabilitas terhadap Asset
    0,30x0,29x


    TINGKAT KOLEKTIBILITAS PIUTANG

    Tingkat Kolektibilitas Piutang
    untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember (dalam ribuan USD)
    2018
    USD
    2018
    %
    2017
    USD
    2017
    %
    Lancar dan tidak mengalami penurunan nilai 28,01 83,3636,0980,47
    Telah jatuh tempo namun tidak mengalami penurunan 5,4316,168,5819,14
    Telah jatuh tempo dan mengalami penurunan 0,16 0,48 0,18 0,39
    Total 36,60 100,00 44,85 100,00

    Berdasarkan hasil penelaahan pada akhir tahun 2018, manajemen berkeyakinan bahwa total penyisihan penurunan nilai piutang sebesar USD 160 ribu pada akhir tahun 2018 cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari tidak tertagihnya piutang usaha dan tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas piutang lain-lain, oleh karena itu, tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai piutang lain-lain.


    STRUKTUR PERMODALAN

    Pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2017, rincian Pemegang Saham dan kepemilikan sahamnya masing-masing berdasarkan pencatatan yang dilakukan oleh biro administrasi efek adalah sebagai berikut:

    per 31 Desember 2018

    Pemegang SahamJumlah Saham%Total (USD)
    PT Aspirasi Luhur139.351.60436,35%32.789.588
    PT Alas Pusaka43.660.82111,39%10.273.440
    PT Salim Chemicals Corpora39.635.03610,34%9.326.168
    Publik dan lain-lain (kepemilikan <5%)160.683.90241,92%37.809.102
    Total383.331.363100,00%90.198.298
    Pada tanggal 31 Desember 2018, Hanny Sutanto, Wakil Presiden Komisaris Perseroan memiliki 318.509 (0,08%) saham Perseroan.

    per 31 Desember 2017
    Pemegang Saham Jumlah Saham % Total (USD)
    PT Aspirasi Luhur 181.351.604 47,31% 42.672.235
    PT Alas Pusaka 43.660.821 11,39% 10.273.440
    PT Salim Chemicals Corpora 39.092.420 10,20% 9.198.490
    Publik (kepemilikan <5%) 119.226.518 31,10% 28.054.133
    Total 383.331.363 100,00% 90.198.298
    Pada tanggal 31 Desember 2017, Hanny Sutanto, Wakil Presiden Komisaris Perseroan memiliki 318.509 (0,08%) saham Perseroan.


    PENGELOLAAN MODAL

    Tujuan utama pengelolaan modal Perseroan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi Pemegang Saham.

    Selain itu, Perseroan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas efektif tanggal 16 Agustus 2007 untuk mengkontribusikan sampai dengan 20% dari modal saham ditempatkan dan disetor penuh ke dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut dipertimbangkan oleh Perseroan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS).

    Perseroan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian terhadap perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perseroan dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada Pemegang Saham, menerbitkan saham baru atau mengusahakan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2017.

    Kebijakan Perseroan adalah mempertahankan rasio modal kerja, struktur permodalan yang sehat untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar.

    IKATAN MATERIAL

    Tidak ada ikatan material selain yang telah diungkapkan dalam catatan 35 atas laporan keuangan konsolidasian, "Perjanjian-perjanjian Signifikan".


    INVESTASI BARANG MODAL

    Investasi barang modal yang direalisasikan dalam tahun buku 2018 adalah sebesar USD 1,85 juta, investasi tersebut terutama digunakan untuk penambahan peralatan mesin dan alat-alat pengangkutan. Tujuan dilakukannya penambahan peralatan tersebut adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengoperasian mesin pabrik serta menunjang kegiatan operasional Perseroan.


    INFORMASI DAN FAKTA MATERIAL SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN

    Tidak ada informasi dan fakta material yang terjadi antara akhir periode pelaporan dan tanggal laporan keuangan disetujui untuk diterbitkan.


    -jxix

Hubungan Investor
  • Laporan Dewan Komisaris
  • Laporan Direksi
  • Analisa dan Pembahasan Manajemen
  • Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
  • Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
  • Grafik Keuangan Penting
  • Analisa Rasio
  • Prospek dan Strategi Usaha
  • Keunggulan Kompetitif dan Manajemen Risiko
  • Saham, Dividen dan Kronologis Pencatatan Saham
  • Perubahan Peraturan, Perundang-undangan dan Kebijakan Akuntansi Signifikan
  • Laporan Tahunan
  • Laporan Keuangan Triwulanan