Keunggulan Kompetitif dan Manajemen Risiko
  • KEUNGGULAN KOMPETITIF
    UIC adalah produsen tunggal Alkylbenzene di Indonesia yang didukung dengan pengalaman lebih dari tiga puluh tahun dalam industri dan teknologi modern yang telah digunakan. Perseroan terus bersaing dengan para produsen luar negeri dalam memberikan harga jual yang kompetitif.

    Kredibilitas Perseroan untuk menjaga kualitas produk-produknya telah diakui melalui sertifikasi standar mutu internasional ISO 9001:2008 yang diperoleh sejak tahun 2003. Selain itu Perseroan juga telah memperoleh sertifikasi ISO 14001:2004 pada tahun 2004, atas komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sertifikasi OHSAS 18001:2007 sejak tahun 2013 yang merupakan sertifikasi internasional atas komitmen Perseroan dalam menjaga kesehatan dan keselamatan kerja.

    Sistem pengiriman just-in-time yang diterapkan oleh Perseroan memungkinkan Perseroan untuk memberi pasokan kepada para pelanggannya secara tepat waktu. Kemampuan menerapkan jasa pengantaran tersebut memudahkan pelanggan untuk menekan biaya penyimpanan dan mengelola penggunaan persediaan mereka secara lebih efisien.
    Perseroan sebelumnya menargetkan nilai penjualan konsolidasian tahun 2017 sebesar USD 304,12 juta dengan marjin laba bruto sebesar 12,37%. Laba sebelum pajak diharapkan berada pada 4,27% dari nilai penjualan atau sebesar USD 12,98 juta dan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 10,10 juta.

    Realisasi tahun 2017 menunjukkan nilai penjualan tercatat sebesar USD 320,55 juta melebihi target 2017 sebesar 5,40% dan mencatat marjin laba bruto sebesar 12,18% lebih rendah dari yang telah ditargetkan. Laba bruto 2017 tercatat sebesar USD 39,06 juta atau meningkat sebesar USD 1,42 juta dari target. Sedangkan laba sebelum pajak penghasilan meningkat sebesar USD 4,67 juta dari target, menjadi sebesar USD 17,65 juta.

    Nilai penjualan aktual 2017 meningkat dibandingkan target 2017, terutama disebabkan oleh peningkatan volume penjualan dan meningkatnya harga jual produk secara umum yang signifikan dari salah satu entitas anak Perseroan yang pada tahun sebelumnya menghadapi persaingan ketat dengan produk impor Pada tahun 2017 Perseroan berhasil meningkatkan laba bruto dan laba sebelum pajak penghasilan dari target 2017 masing-masing sebesar 3,78% dan 36,01%. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk aktual 2017 tercatat sebesar USD 12,56 juta meningkat 24,36% dibandingkan target 2017.

    Pertumbuhan ekonomi global tahun 2018 diproyeksikan tumbuh hingga 3,1%, lebih baik dibandingkan dengan pencapaian di tahun 2017. Hal ini didorong dari berlanjutnya ekspansi di sektor manufaktur karena arus perdagangan kembali tumbuh. Pertumbuhan ekonomi pada negara berkembang juga mengalami penguatan karena didukung dari meningkatnya aktivitas ekspor dan kenaikan harga komoditas dan hal ini berdampak pada perekonomian nasional yang mengindikasikan pertumbuhan yang positif, dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2018 diproyeksikan sebesar 5,4% meningkat dibandingkan tahun 2017.

    Berdasarkan pada kondisi di atas dan asumsi pergerakan harga minyak mentah yang diharapkan tetap stabil, Perseroan menetapkan target penjualan tahun 2018 sebesar USD 363,70 juta, meningkat 13,46% dibandingkan realisasi penjualan di tahun 2017. Laba bruto tahun 2018 ditargetkan sebesar USD 41,71 juta, lebih tinggi 6,78% dibandingkan laba bruto 2017. Laba sebelum pajak penghasilan ditargetkan sebesar USD 19,40 juta sedangkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ditargetkan sebesar USD 14,68 juta.

    SISTEM MANAJEMEN RISIKO
    Sebagaimana halnya dengan bidang usaha yang lain, Perseroan dan Entitas Anak (Kelompok Usaha) juga tidak terlepas dari risiko-risiko usaha baik dari faktor internal maupun eksternal yang dapat mempengaruhi kinerja Perseroan.

    Pengendalian terhadap risiko dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko-risiko utama yang dihadapi Perseroan, menyusun strategi dan pengendalian mitigasi untuk mengelola risiko, serta mengukur tingkat risiko lanjutan setelah pengendalian risiko dilakukan.

    Perseroan juga senantiasa mengingatkan karyawannya mengenai kesadaran risiko agar mereka dapat berkontribusi dalam manajemen risiko dan memberikan masukan penting dalam pengambilan keputusan.

    Berikut adalah risiko-risiko yang diidentifikasi dapat mempengaruhi kinerja Perseroan dan cara pengelolaannya:
    • Risiko Suku Bunga
    Risiko suku bunga Perseroan dan Entitas Anak (Kelompok Usaha) terutama timbul dari pinjaman untuk modal kerja dan pinjaman bank jangka panjang. Pinjaman pada berbagai suku bunga menimbulkan risiko suku bunga atas nilai wajar. Kelompok Usaha juga memiliki risiko suku bunga yang berasal dari pinjaman menggunakan suku bunga mengambang. Kelompok Usaha melakukan pengawasan terhadap dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Kelompok Usaha.
    • Risiko Mata Uang
    Risiko nilai tukar mata uang asing yang dihadapi Kelompok Usaha terutama timbul dari aset dan liabilitas moneter yang diakui dalam mata uang yang berbeda dengan mata uang fungsional entitas yang bersangkutan.Kelompok Usaha menyadari adanya risiko pasar yang disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Untuk mengurangi dampak perubahan nilai tukar mata uang asing terhadap aset dan liabilitas tersebut, bilamana memungkinkan, Kelompok Usaha selalu mengupayakan aset dan liabilitas signifikan dalam mata uang asing yang dimiliki entitas yang bersangkutan bernilai seimbang di mana untuk mencapai tujuan tersebut tidak tertutup kemungkinan untuk dilakukannya transaksi lindung nilai.
    • Risiko Harga Komoditas
    Risiko harga komoditas yang dihadapi Kelompok Usaha berasal dari fluktuasi harga serta tingkat permintaan dan penawaran minyak mentah dunia. Fluktuasi harga minyak mentah tersebut berdampak tidak langsung terhadap harga bahan baku Kelompok Usaha. Kebijakan Kelompok Usaha untuk menekan risiko yang timbul dari fluktuasi harga bahan baku tersebut adalah dengan mencermati informasi perkembangan pasar internasional dan meningkatkan efisiensi pembelian bahan baku dan produksi sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
    • Risiko Kredit
    Risiko kredit yang dihadapi Kelompok Usaha berasal dari kredit yang diberikan kepada pelanggan, tetapi terdapat kebijakan untuk memastikan penjualan produk hanya dilakukan kepada pelanggan yang dapat dipercaya dengan rekam jejak atau sejarah kredit yang baik. Kelompok Usaha menerapkan kebijakan pemberian kredit berdasarkan kehati-hatian dan melakukan monitoring portofolio kredit secara berkesinambungan.
    Merupakan kebijakan Kelompok Usaha bahwa semua pelanggan yang akan melakukan pembelian secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Kelompok Usaha memiliki kebijakan yang membatasi jumlah kredit untuk setiap pelanggan. Penggunaan batasan kredit tersebut dipantau secara teratur oleh manajemen. Pelanggan yang belum memenuhi verifikasi kredit diharuskan untuk melakukan pembayaran di muka atau dengan menggunakan Letter of Credit. Selain itu, saldo piutang dipantau secara terus menerus untuk mengurangi risiko piutang tak tertagih.
    • Risiko Likuiditas
    Kelompok Usaha mengelola profil likuiditasnya untuk membiayai belanja modal dan melunasi utang yang jatuh tempo dengan menyediakan kas dan setara kas yang cukup, dan menyiapkan ketersediaan pendanaan melalui fasilitas kredit yang diterima. Kelompok Usaha secara teratur mengevaluasi arus kas proyeksi dan actual dan memonitor tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.

    Kewenangan atas pelaksanaan dan pengelolaan kerangka kerja Manajemen dan Risiko diberikan kepada Direksi dan Divisi Internal Audit sebagai penanggung jawab pengelolaan manajemen risiko Perseroan. Sistem manajemen risiko yang diterapkan Perseroan mampu meminimalisasi atau menekan kemungkinan risiko yang akan terjadi. Penerapan sistem manajemen risiko yang komprehensif, memungkinkan Perseroan secara efektif mengelola risiko sehingga dapat memperhitungkan portofolio risiko dan melakukan tindakan-tindakan preventif.
Hubungan Investor
  • Laporan Dewan Komisaris
  • Laporan Direksi
  • Analisa dan Pembahasan Manajemen
  • Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
  • Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
  • Grafik Keuangan Penting
  • Analisa Rasio
  • Prospek dan Strategi Usaha
  • Keunggulan Kompetitif dan Manajemen Risiko
  • Saham, Dividen dan Kronologis Pencatatan Saham
  • Perubahan Peraturan, Perundang-undangan dan Kebijakan Akuntansi Signifikan
  • Laporan Tahunan
  • Laporan Keuangan Triwulanan