Laporan Direksi
  • Para Pemegang Saham yang terhormat,

    Kita patut bersyukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa bahwa meskipun di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu dan penuh dengan tantangan, yang mana berpengaruh juga pada kondisi perekonomian di Indonesia, Perseroan masih dapat memberikan kinerja yang cukup baik di tahun 2018.

    Pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,17%, lebih rendah dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yaitu sebesar 5,4%. Kondisi ini terutama dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu gejolak dalam perekonomian global yang di antaranya merupakan dampak berkelanjutan dari krisis ekonomi Uni Eropa, ketidakpastian moneter Amerika Serikat dan perang dagang antara Amerika Serikat dan China, yang juga berdampak pada fluktuasi nilai tukar Rupiah di tahun 2018.

    Penjualan Perseroan di pasar domestik menggunakan mata uang Rupiah. Pada tahun 2018, secara rata-rata nilai tukar Rupiah terdepresiasi 6,05%. Pelemahan mata uang Rupiah ini berdampak pada menurunnya nilai penjualan Perseroan yang dicatat dalam laporan keuangan dengan mata uang Dolar Amerika Serikat. Di samping itu pelanggan juga menunda pembelian sambil menunggu perkembangan tren pelemahan harga minyak dunia di akhir tahun 2018.

    Meskipun harga rata-rata minyak mentah dunia pada tahun 2018 mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2017, yang berpengaruh pada harga jual produk dan bahan baku Perseroan, namun pada tahun 2018 nilai penjualan konsolidasian Perseroan mengalami penurunan sebesar 3,66 % menjadi sebesar USD 350,40 juta, dibandingkan dengan target penjualan konsolidasian 2018 yang ditetapkan sebesar USD 363,70 juta.

    Di akhir tahun 2018, harga minyak dunia menurun cukup drastis. Penurunan ini berdampak pada penurunan harga jual produk sehingga menurunkan marjin laba kotor. Selain itu, pada akhir tahun ini, Perseroan juga memiliki cukup banyak persediaan sehingga Perseroan melakukan penyisihan nilai terhadap persediaan sesuai dengan standar akuntansi.

    Hal-hal tersebut di atas menyebabkan penurunan terhadap laba bruto konsolidasian tahun 2018 yang tercatat sebesar USD 32,55 juta, mengalami penurunan sebesar 21,96% dibandingkan dengan target laba bruto 2018 yang dicanangkan sebesar USD 41,71 juta. Laba sebelum pajak tahun 2018 tercatat sebesar USD 28,14 juta mengalami peningkatan sebesar 45,05% dari target tahun 2018 yang tercatat sebesar USD 19,40 juta. Peningkatan sebesar USD 8,74 juta ini terutama diakibatkan kontribusi dari penghasilan non-operasional yaitu penjualan tanah entitas anak di Australia. Dengan demikian maka laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) tahun 2018 tercatat sebesar USD 17,71 juta meningkat 20,64% dibandingkan target laba bersih tahun 2018 yaitu sebesar USD 14,68 juta.

    Pertumbuhan ekonomi global tahun 2019 diproyeksikan tumbuh sebesar 3,7%, lebih rendah dibandingkan tahun 2018. Pada tahun 2019 pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat dan China diprediksi akan mengalami perlambatan. Kondisi ekonomi global yang masih menghadapi ketidak-pastian membuat Pemerintah Indonesia menetapkan target pertumbuhan ekonomi tahun 2019 sebesar 5,3%, di mana diharapkan konsumsi rumah tangga dan investasi masih menjadi motor penggerak utama Perekonomian dan inflasi tetap terkendali dalam kisaran lebih kurang 3,5%.

    Meningkatnya konsumsi rumah tangga seiring dengan pendapatan masyarakat yang meningkat dan pertambahan jumlah penduduk memberikan prospek yang cerah untuk industri deterjen. Potensi pertumbuhan konsumsi deterjen di Indonesia masih memiliki perluang cukup besar karena konsumsi deterjen per kapita di Indonesia masih relatif lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya. Oleh karena itu, kami optimis akan prospek Perseroan dan siap meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan bahkan meningkatkan ekspor.

    Prospek cerah pangsa pasar di Indonesia juga menarik perhatian para kompetitor dari luar untuk masuk dalam pasar domestik, sehingga persaingan dengan produk impor masih akan terus mengancam Perseroan. Oleh karena itu peran Pemerintah untuk melindungi produsen local sangat diharapkan untuk dapat menjaga kestabilan operasi produsen lokal, salah satunya dengan menekan biaya bahan bakar gas untuk industri di dalam negeri yang saat ini masih termasuk tinggi dibandingkan dengan biaya bahan bakar gas yang dinikmati oleh industri di negara tertentu, sehingga menyebabkan beban biaya produksi yang lebih tinggi.

    Ke depannya, kami akan tetap fokus untuk meningkatkan efisiensi biaya, meningkatkan kualitas dan menjamin pasokan produk di dalam negeri sehingga dapat mengurangi masuknya produk impor. Kami akan terus menjajaki segala kemungkinan untuk memperluas bisnis agar memperkuat posisi kami sebagai produsen dan juga mengamankan pasokan bahan baku.

    Dalam penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG), Perseroan menyadari bahwa GCG merupakan bagian penting dalam pengelolaan operasional Perseroan untuk menjaga kepentingan seluruh Pemangku Kepentingan dan meningkatkan nilai bagi Pemegang Saham. Untuk itu Perseroan memastikan bahwa prinsip-prinsip dasar GCG yaitu keterbukaan, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi dan kewajaran serta kesetaraan diterapkan pada setiap aspek usaha dan pada seluruh tingkatan manajemen. Pelaksanaan GCG ini ditujukan untuk memastikan bahwa tata kelola Perseroan telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangundangan dan memenuhi etika bisnis yang berlaku.

    Perseroan telah melaksanakan seluruh kewajiban penyelenggaraan pelaporan dan keterbukaan informasi secara tepat waktu bagi seluruh pemangku kepentingan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan juga selalu berupaya memastikan organ-organ Perseroan seperti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, Direksi dan juga organ-organ pendukung seperti Komite Audit, Unit Audit Internal dan Sekretaris Perusahaan berfungsi dengan baik guna menunjang berjalannya GCG dalam Perseroan.

    Direksi Perseroan telah menyelenggarakan RUPS Tahunan Perseroan untuk tahun buku 2017 pada tanggal 26 Juni 2018. Pemegang Saham Perseroan telah menerima dan mensahkan laporan Direksi atas berjalannya operasional Perseroan tahun buku 2017. Pada RUPS Tahunan tersebut tidak ada agenda perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.

    Sebagai bagian dari pelaksanaan GCG, Perseroan juga memberikan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, yang diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial Perusahaan, baik dalam lingkungan kerja Perseroan yaitu dengan selalu berupaya menjaga kesehatan dan keselamatan kerja karyawannya serta menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan asri, maupun dengan lingkungan masyarakat di sekitar Perseroan beroperasi yaitu dengan berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan dan turut berupaya meningkatkan kesempatan bagi anak-anak Indonesia khususnya anak-anak di sekitar lingkungan Perseroan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, dengan cara memberikan bantuan beasiswa bagi siswa siswi yang berprestasi.

    Akhir kata, kami mengucapkan berterima kasih kepada seluruh pemegang saham, pelanggan, pemasok, bank, kreditur, mitra bisnis, karyawan dan juga pemangku kepentingan lainnya atas dukungan, kerja sama dan kepeduliannya, karena tanpanya Perseroan tidak dapat berjalan lancar dan berkembang seperti saat ini.






    -jxix

Hubungan Investor
  • Laporan Dewan Komisaris
  • Laporan Direksi
  • Analisa dan Pembahasan Manajemen
  • Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
  • Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
  • Grafik Keuangan Penting
  • Analisa Rasio
  • Prospek dan Strategi Usaha
  • Keunggulan Kompetitif dan Manajemen Risiko
  • Saham, Dividen dan Kronologis Pencatatan Saham
  • Perubahan Peraturan, Perundang-undangan dan Kebijakan Akuntansi Signifikan
  • Laporan Tahunan
  • Laporan Keuangan Triwulanan