Keunggulan Kompetitif dan Manajemen Risiko
  • KEUNGGULAN KOMPETITIF

    UIC adalah produsen tunggal Alkylbenzene di Indonesia yang didukung dengan pengalaman lebih dari tiga puluh tahun dalam industri dan teknologi modern yang telah digunakan. Perseroan terus bersaing dengan para produsen luar negeri dalam memberikan harga jual yang kompetitif. Kredibilitas Perseroan untuk menjaga kualitas produk-produknya telah diakui melalui sertifikasi standar mutu internasional ISO 9001:2015 yang diperoleh sejak tahun 2003. Selain itu Perseroan juga telah memperoleh sertifikasi ISO 14001:2015 pada tahun 2004, atas komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan.

    Sistem pengiriman just-in-time yang diterapkan oleh Perseroan memungkinkan Perseroan untuk memberi pasokan kepada para pelanggannya secara tepat waktu. Kemampuan menerapkan jasa pengantaran tersebut memudahkan pelanggan untuk menekan biaya penyimpanan dan mengelola penggunaan persediaan mereka secara lebih efisien.


    SISTEM MANAJEMEN RISIKO

    Sebagaimana halnya dengan bidang usaha yang lain, Perseroan dan Entitas Anak (Kelompok Usaha) juga tidak terlepas dari risiko-risiko usaha baik dari faktor internal maupun eksternal yang dapat mempengaruhi kinerja Perseroan.

    Pengendalian terhadap risiko dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko-risiko utama yang dihadapi Perseroan, menyusun strategi dan pengendalian mitigasi untuk mengelola risiko, serta mengukur tingkat risiko lanjutan setelah pengendalian risiko dilakukan.

    Perseroan juga senantiasa mengingatkan karyawannya mengenai kesadaran risiko agar mereka dapat berkontribusi dalam manajemen risiko dan memberikan masukan penting dalam pengambilan keputusan.

    Berikut adalah risiko-risiko yang diidentifikasi dapat mempengaruhi kinerja Perseroan dan cara pengelolaannya:

    • Risiko Suku Bunga

    Risiko suku bunga Perseroan terutama timbul dari pinjaman untuk modal kerja dan pinjaman bank jangka panjang. Pinjaman pada berbagai suku bunga menimbulkan risiko suku bunga atas nilai wajar. Perseroan juga memiliki risiko suku bunga yang berasal dari pinjaman menggunakan suku bunga mengambang.
    Perseroan melakukan pengawasan terhadap dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Perseroan.

    • Risiko Mata Uang

    Risiko nilai tukar mata uang asing yang dihadapi
    Perseroan terutama timbul dari aset dan liabilitas moneter yang diakui dalam mata uang yang berbeda dengan mata uang fungsional entitas yang bersangkutan.

    Perseroan menyadari adanya risiko pasar yang disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Untuk mengurangi dampak perubahan nilai tukar mata uang asing terhadap aset dan liabilitas tersebut, bilamana memungkinkan, Perseroan selalu mengupayakan aset dan liabilitas signifikan dalam mata uang asing yang dimiliki entitas yang bersangkutan bernilai seimbang di mana untuk mencapai tujuan tersebut tidak tertutup kemungkinan untuk dilakukannya transaksi derivatif.

    • Risiko Harga Komoditas

    Risiko harga komoditas yang dihadapi
    Perseroan berasal dari fluktuasi harga serta tingkat permintaan dan penawaran minyak mentah dunia. Fluktuasi harga minyak mentah tersebut berdampak tidak langsung terhadap harga bahan baku Perseroan.

    Kebijakan Perseroan untuk menekan risiko yang timbul dari fluktuasi harga bahan baku tersebut adalah dengan mencermati informasi perkembangan pasar internasional dan meningkatkan efisiensi pembelian bahan baku dan produksi sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

    • Risiko Kredit
    Risiko kredit yang dihadapi oleh Perseroan berasal dari kredit yang diberikan kepada pelanggan dan penempatan rekening koran dan deposito pada bank.

    Risiko kredit atas penempatan rekening koran dan deposito dikelola oleh manajemen sesuai dengan kebijakan Perseroan. Investasi atas kelebihan dana dibatasi untuk tiap-tiap bank dan kebijakan ini dievaluasi setiap tahun oleh direksi. Perseroan memiliki risiko kredit terpusat dari penempatan kas dan setara kas, sebesar 40,80% yang ditempatkan pada satu bank. Perseroan memiliki kebijakan untuk tidak menempatkan investasi pada instrumen yang memiliki risiko kredit tinggi dan hanya menempatkan investasinya pada bank-bank dengan peringkat kredit yang tinggi.

    Perseroan memiliki kebijakan untuk memastikan pendapatan produk hanya dilakukan kepada pelanggan yang dapat dipercaya dengan rekam jejak atau sejarah kredit yang baik. Perseroan menerapkan kebijakan pemberian kredit berdasarkan kehati-hatian dan melakukan pemantauan atas portofolio kredit secara berkesinambungan. Merupakan kebijakan Perseroan bahwa semua pelanggan yang akan melakukan pembelian secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Perseroan memiliki kebijakan yang membatasi jumlah kredit untuk pelanggan tertentu. Penggunaan batasan kredit tersebut dipantau secara teratur oleh manajemen. Pelanggan yang belum memenuhi verifikasi kredit diharuskan untuk melakukan pembayaran di muka atau dengan menggunakan Letters of Credit. Selain itu, saldo piutang dipantau secara terus menerus untuk mengurangi risiko piutang tak tertagih.

    • Risiko Likuiditas
    Perseroan mengelola profil likuiditasnya untuk membiayai belanja modal dan melunasi utang yang jatuh tempo dengan menyediakan kas dan setara kas yang cukup, dan menyiapkan ketersediaan pendanaan melalui fasilitas kredit yang diterima. Perseroan secara teratur mengevaluasi arus kas proyeksi dan aktual dan memonitor tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.

    Kewenangan atas pelaksanaan dan pengelolaan kerangka kerja Manajemen Risiko diberikan kepada Direksi dan Internal Audit sebagai divisi yang membantu tugas Direksi dalam pengelolaan manajemen risiko Perseroan. Penerapan atas Pengelolaan manajemen risiko Perseroan juga di awasi oleh Komite Audit Perseroan yang merupakan perpanjangan tangan dari Dewan Komisaris Perseroan.

    Sistem manajemen risiko yang diterapkan Perseroan mampu meminimalisasi atau menekan kemungkinan risiko yang akan terjadi. Penerapan sistem manajemen risiko yang komprehensif, memungkinkan Perseroan secara efektif mengelola risiko sehingga dapat memperhitungkan portofolio risiko dan melakukan tindakan-tindakan preventif.




    -bt-
Hubungan Investor
  • Laporan Dewan Komisaris
  • Laporan Direksi
  • Analisa dan Pembahasan Manajemen
  • Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
  • Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
  • Grafik Keuangan Penting
  • Analisa Rasio
  • Prospek dan Strategi Usaha
  • Keunggulan Kompetitif dan Manajemen Risiko
  • Prospektus & Anggaran Dasar
  • Saham, Dividen dan Kronologis Pencatatan Saham
  • Perubahan Peraturan, Perundang-undangan dan Kebijakan Akuntansi Signifikan
  • Laporan Tahunan
  • Laporan Keuangan Konsolidasian