Analisa dan Pembahasan Manajemen
  • Tinjauan & Analisa Kinerja Keuangan Per Segmen


    Industri Kimia


    Perusahaan Induk

    PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (UIC)

    UIC memiliki tiga unit produksi Alkylbenzene (AB) dengan kapasitas produksi sebesar 270.000 MT per tahun yang terdiri dari 180.000 MT Linear Alkylbenzene (LAB) dan 90.000 MT Branched Alkylbenzene (BAB). AB merupakan zat aktif dalam detergen yang merupakan bahan dasar Surfaktan yang berfungsi melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan.

    Proses Produksi: Normal Paraffin yang telah diolah menjadi Olefin direaksikan dengan Benzene dengan bantuan Asam HF sebagai katalis.

    Harga minyak mentah dunia sepanjang tahun 2021 meningkat drastis jika dibandingkan dengan tahun 2020. Sentimen yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia tahun 2021 ini adalah pemulihan ekonomi global yang dari kemerosotan ekonomi tahun sebelumnya akibat pandemi Covid-19. Pada tahun 2020, akibat dari merebaknya pandemi Covid dan pembatasan mobilitas yang ketat, harga minyak mentah sempat terperosok tajam pada bulan Maret dan April, kemudian baru perlahan pulih dan naik pada bulan berikutnya sampai akhir tahun 2020.

    Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlanjut, pada tahun 2021 permintaan pasar akan produk pembersih industri dan rumah tangga masih cukup tinggi, walaupun tidak setinggi permintaan pada tahun sebelumnya dimana pandemi Covid-19 mulai merebak ke seluruh dunia. Permintaan pasar atas produk-produk konsumsi tersebut diatas memberikan dampak positif terhadap kinerja Perseroan, dimana produk barang jadi  Perseroan dan entitas anak Perseroan merupakan bahan baku
    pembuatan produk pembersih.

    Nilai penjualan meningkat 20,80% dari yang tercatat sebesar USD 232,65 juta pada tahun 2020 menjadi sebesar USD 281,05 juta pada tahun 2021. Peningkatan nilai penjualan terutama berasal dari kenaikan harga jual produk Perseroan.

    Pada tahun 2021, Perseroan membukukan peningkatan laba bruto yang cukup signifikan sebesar 8,69% dari yang tercatat sebesar USD 43,48 juta pada tahun 2020 menjadi sebesar USD 76,91 juta pada tahun 2021.
    Peningkatan laba bruto tersebut terutama karena uptrend harga jual sepanjang tahun 2021 sementara Perseroan memiliki persediaan yang jumlahnya cukup memadai.

    Total beban operasi pada tahun 2021 meningkat sebesar 27,01% dibandingkan tahun 2020, dari yang semula tercatat sebesar USD 9,73 juta menjadi USD 12,35 juta. Peningkatan ini terutama berasal dari pengaruh neto dari penurunan laba kurs operasi atas aset moneter neto dalam mata uang Rupiah dan peningkatan beban pengangkutan dan pengiriman. Peningkatan beban pengangkutan dan pengiriman terutama berasal dari kenaikan tarif ongkos angkut ekspor dan juga volume penjualan ekspor.

    Pada tahun 2021, UIC mencatat laba usaha sebesar USD 64,60 juta, meningkat sebesar 91,37% dibandingkan laba usaha tahun 2020 yang tercatat sebesar USD 33,76 juta.
    UIC menerima dividen dari entitas anak sebesar USD 3,18 juta di tahun 2021, sedangkan penerimaan dividen pada tahun 2020 sebesar USD 4,63 juta sehingga laba sebelum pajak penghasilan meningkat sebesar 73,48% dari yang tercatat sebesar USD 39,73 juta di tahun 2020 menjadi USD 68,92 juta di tahun 2021.

    Beban pajak penghasilan bersih meningkat 37,77% dari yang tercatat sebesar USD 9,73 juta di tahun 2020 menjadi sebesar USD 13,40 juta pada tahun 2021.
    Termasuk di dalam beban pajak penghasilan adalah dampak perubahan tarif pajak yang akan berlaku pada tahun 2022 dari yang sebelumnya ditetapkan turun dari 22% ke 20%, namun kemudian diatur kembali dalam Undang-undang No. 7 tahun 2021, tentang “Harmonisasi Peraturan Perpajakan” menjadi tetap sebesar 22%.
    Perubahan tarif pajak tersebut menyebabkan Perseroan mencatat manfaat pajak atas penyesuaian aktiva pajak tangguhan sebesar USD 0,82 juta yang dicatat sebagai pengurang dari beban pajak. Dengan demikian, laba tahun berjalan (laba bersih) pada tahun 2021 tercatat sebesar USD 55,52 juta, meningkat 85,06% dibandingkan laba bersih tahun 2020 yang tercatat sebesar USD 30,0 juta.



    Entitas Anak

    PT Petrocentral (Petrocentral)

    Perseroan memiliki 61,72% kepemilikan saham di Petrocentral.

    Petrocentral adalah entitas anak Perseroan yang beroperasi di Gresik, Jawa Timur dan merupakan produsen tunggal Sodium Tripolyphosphate (STPP) di Indonesia dengan kapasitas produksi terpasang sebesar 40.000 MT per tahun. STPP digunakan sebagai salah satu bahan baku dalam deterjen yang berfungsi sebagai "water softener", sehingga dapat meningkatkan daya bersih deterjen.

    Bahan baku Petrocentral dipasok oleh pemasok tunggal dalam negeri yaitu PT Petrokimia Gresik. Petrocentral menghadapi persaingan harga dengan produk STPP impor terutama dari China.

    Pada tahun 2021, walaupun harga jual produk Petrocentral mengalami peningkatan sebesar 37,96% akan tetapi volume penjualan menurun signifikan sebesar 58,63% sehingga nilai penjualan mengalami penurunan sebesar 42,93% yaitu dari USD 22,96 juta pada tahun 2020 menjadi sebesar USD 13,11 juta pada tahun 2021.
    Laba bruto yang tercatat adalah sebesar USD 0,96 juta dan laba usaha tercatat sebesar USD 0,52 juta pada tahun 2021. Sedangkan pada tahun 2020 laba bruto dan laba usaha masing-masing tercatat sebesar USD 1,06 juta dan USD 0,09 juta.

    Petrocentral mencatat laba sebelum pajak sebesar USD 0,33 juta dan laba bersih sebesar USD 0,29 juta pada tahun 2021. Sedangkan pada tahun 2020, Petrocentral mencatat rugi sebelum pajak sebesar USD 0,16 juta dan rugi bersih sebesar USD 0,26 juta.

    Petrocentral berencana untuk melakukan diversifikasi produk ke Phosphoric Acid Food Grade di samping terus berupaya meningkatkan efisiensi, negosiasi harga dan volume baik dengan pemasok bahan baku dan pelanggan STPP. Operasional Petrocentral sangat bergantung pada kelancaran pasokan dan harga bahan baku yang kompetitif dari PT Petrokimia Gresik.

    Petrocentral telah memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen kualitas (Quality Management System) dari Standard Assurance and Innovation (SAI) Global Limited sejak tahun 2004. Selain itu Petrocentral juga memiliki sertifikasi ISO 22000:2019 untuk sistem manajemen keamanan pangan yang dikeluarkan oleh Standard Assurance and Innovation (SAI) Global Limited sejak tahun 2016.


    UIC Vietnam Co., Ltd. (UICV)

    Perseroan memiliki 100% kepemilikan saham di UICV.

    UICV memiliki pabrik yang berlokasi di Dong Nai, Vietnam dan bergerak dalam produksi dan distribusi Linear Aklylbenzene Sulphonic Acid (LABSA) dan Sodium Lauryl Ether Sulphate (SLES) dengan total kapasitas produksi terpasang sebesar 30.000 MT per tahun.

    LABSA adalah komponen pembersih utama dalam detergen. Sedangkan SLES adalah surfaktan yang biasa digunakan di produk-produk kosmetik dan karena memiliki sifat pembersih dan pengemulsi, sifat dari surfaktan ini mirip dengan sabun. SLES efektif sebagai unsur pembuat busa.

    Komitmen UICV untuk tetap memuaskan pelanggan dengan kualitas produk yang tinggi tercermin dengan dipertahankannya sertifikasi ISO 9001:2015.

    Pada tahun 2021, volume produksi dan penjualan UICV masing-masing meningkat sebesar 6,09% dan 5,37% dibandingkan tahun 2020. Nilai penjualan tahun 2021 tercatat sebesar USD 38,93 juta meningkat 39,67% dibandingkan nilai penjualan tahun 2020 yang tercatat sebesar USD 27,87 juta.

    Margin Laba bruto pada tahun 2021 meningkat dari yang tercatat 10,57% pada tahun 2020 menjadi 14,60% pada tahun 2021. Laba bruto pada tahun 2021 tercatat sebesar USD 5,68 juta, meningkat 92,89% dibandingkan dengan laba bruto tahun 2020 yang tercatat sebesar USD 2,95 juta. Dengan demikian, UICV mencatat laba bersih tahun 2021 sebesar USD 3,85 juta, meningkat 155,22% dibandingkan laba bersih tahun 2020 yang
    tercatat sebesar USD 1,51 juta.



    Universal Interchemical Corp. Pte., Ltd. (UICPL)

    Perseroan memiliki 100% kepemilikan saham di UICPL.

    UICPL merupakan entitas anak di Singapura dan terdaftar dengan nomor usaha 199100093N. UICPL adalah holding company yang memiliki 100% kepemilikan saham di AWAL, entitas anak di Australia yang bergerak di industri Surfactant dan bisnis perdagangan Phosphate serta bahan kimia lainnya. UICPL adalah sebagai agen perdagangan bahan kimia untuk keperluan kelompok usaha UIC. Sejak Juni 2020, UICPL sudah tidak lagi melakukan aktivitas bisnis perdagangan.

    Pada tahun 2021, UICPL mencatat laba bersih sebesar USD 2,17 juta sedangkan pada tahun 2020 tercatat sebesar USD 1,57 juta, mengalami peningkatan sebesar USD 0,60 juta, peningkatan laba ini terutama dikarenakan peningkatan pendapatan dividen dari Albright & Wilson (Australia) Limited.



    Albright & Wilson (Australia) Limited (AWAL)

    AWAL merupakan produsen Surfactant, bahan baku detergen dan bahan pembantu untuk beton dan eternit.
    Produk yang dihasilkan AWAL biasanya digunakan dalam industri kosmetik, kertas, shampo, pertambangan dan pengolahan mineral, obat-obatan, pupuk serta
    pengelolaan gedung dan air.

    AWAL merupakan pemilik 100% saham Albright & Wilson New Zealand (AWNZ), sebuah perusahaan dagang yang menyediakan fasilitas pemasaran dan gudang untuk produk-produk AWAL di Selandia Baru.
    Lokasi pabrik AWAL berada di Wetherill Park-New South Wales dan telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015.
    Fasilitas penjualan, pemasaran dan gudang berlokasi di Brisbane, Melbourne, Perth dan Sydney. AWAL juga melakukan aktivitas penjualan dan pemasaran produk
    Phosphate dan bahan kimia lainnya.

    Nilai penjualan AWAL tahun 2021 tercatat sebesar USD 72,24 juta, meningkat 17,21% dibandingkan nilai penjualan tahun 2020 yang tercatat sebesar USD 61,62 juta. Laba bruto AWAL pada tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 31,40%, dari USD 8,64 juta pada tahun 2020 menjadi USD 11,35 juta. Marjin laba bruto tahun 2021 adalah sebesar 15,72% sedangkan marjin laba bruto tahun 2020 sebesar 14,02%.

    Laba sebelum pajak meningkat sebesar 53,15% dari yang tercatat sebesar USD 2,97 juta pada tahun 2020 menjadi tercatat sebesar USD 4,55 juta pada tahun 2021. Dengan demikian, laba bersih AWAL pada tahun 2021 tercatat sebesar USD 3,20 juta, meningkat 52,25% dibandingkan dengan laba bersih yang tercatat pada tahun 2020 yaitu sebesar USD 2,10 juta. AWAL mendistribusikan dividen kepada UICPL sebesar AUD 3,00 juta pada tahun 2021 dan AUD 2,24 juta pada tahun 2020.


    Industri Properti

    Selain bergerak di bidang industri kimia, Perseroan juga mengembangkan usahanya di industri properti. Entitas anak yang menanganinya adalah sebagai berikut:


    PT Unggul Indah Investama (UII)

    Perseroan memiliki 99,99% kepemilikan saham di UII.

    UII adalah holding company yang didirikan pada tahun 1996 berkaitan dengan rencana partisipasi Perseroan dalam PT Wiranusa Grahatama (WG), sebuah perusahaan patungan untuk membangun gedung perkantoran dan apartemen. Seluruh saham UII, minus 1 (satu) saham, dimiliki oleh Perseroan. Sejak tahun 2005, UII menjadi Pemegang Saham utama di WG dengan kepemilikan saham sebesar 55%.



    PT Wiranusa Grahatama (WG)

    55% kepemilikan saham di WG dimiliki oleh UII.

    WG merupakan entitas anak yang mengembangkan proyek pembangunan kompleks apartemen dan perkantoran di lokasi seluas 3,2 hektar yang terletak di pusat bisnis Jakarta, Jl. Jenderal. Gatot Subroto. Kompleks Apartemen Pearl Garden Resort Apartment (PGRA) memiliki 235 unit apartemen dan dibangun di atas tanah seluas 1,7 hektar dengan konsep low-rise apartment bernuansa resor. WG masih memiliki sisa tanah 1,4 hektar yang akan dibangun kompleks perkantoran dan hunian dengan konsep highrise building, yang rencananya akan mulai dikembangkan di tahun mendatang.

    WG selain sebagai pengembang PGRA, juga berperan sebagai pengelola gedung PGRA sampai dengan terbentuknya Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) PGRA, yang pembentukannya telah disahkan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan kawasan Pemukiman, Provinsi Daerah khusus Ibu Kota Jakarta pada tanggal 11 Mei 2020.

    Pada tanggal 30 Juli 2020, WG telah menyerahkan pengelolaan Satuan Rumah Susun PGRA kepada P3SRS PGRA,sebagaimana dinyatakan dalam Akta Berita Acara Serah Terima Pengelolaan Satuan Rumah Susun PGRA No. 276 yang dibuat di hadapan Notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.Kn,.

    Sehubungan dengan hal tersebut, maka setelah penyerahan pengelolaan rumah susun diatas WG tidak lagi mencatat pendapatan maupun biaya dari pengelolaan apartemen, sedangkan pada tahun 2020 WG masih membukukan pendapatan dari pengelolaan apartemen sebesar IDR 7,7 miliar dan biaya pengelolaan sebesar IDR 8,69 miliar. Dengan demikian laba bruto tahun 2021 tercatat sebesar nihil, sedangkan tahun 2020 WG mencatat rugi bruto sebesar IDR 986 juta.

    Beban operasi tahun 2021 tercatat sebesar IDR 9,34 miliar, mengalami penurunan sebesar 5,21% dibandingkan dengan beban operasi tahun 2020 yang tercatat sebesar IDR 9,85 miliar. Beban operasi ini terutama merupakan beban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan iuran pengelolaan atas unit-unit apartemen
    yang belum terjual. Dengan demikian rugi sebelum pajak pada tahun 2021 tercatat sebesar IDR 8,93 miliar, mengalami penurunan sebesar 9,35% dari rugi sebelum pajak tahun 2020 sebesar IDR 9,85 miliar.
    Rugi bersih untuk tahun 2021 adalah sebesar IDR 8,84 miliar menurun 11,21% dibandingkan rugi bersih tahun 2020 yang tercatat sebesar IDR 9,95 miliar.

    Pada tahun 2021, para pemegang saham WG melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor dengan total nilai setoran modal sebesar IDR 22 miliar sesuai dengan persentase kepemilikan saham masing-masing pemegang saham dalam WG. Dengan adanya setoran modal tersebut maka saldo modal ditempatkan dan disetor penuh pada 31 Desember 2021 tercatat sebesar IDR 302 miliar dari yang sebelumnya pada tanggal 31 Desember 2020 tercatat sebesar IDR 280 miliar. Dana yang diperoleh dari setoran modal tersebut akan digunakan untuk biaya operasional perencanaan pembangunan komplek perkantoran dan hunian tahap berikutnya.




    Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian


    Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian

    Harga minyak mentah dunia mengalami peningkatan tajam sepanjang tahun 2021. Lonjakan harga minyak mentah didorong oleh permintaan yang naik di tahun 2021 akibat pemulihan ekonomi global dan mulai diterapkannya pelonggaran aturan mobilitas masyarakat.
    Pada tahun 2021, Covid-19 masih terjadi dan status pandemi masih berlanjut. Pembatasan mobilitas masih terus diterapkan sepanjang tahun 2021. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih lanjut dan tidak terelakkan juga berdampak pada tertahannya aktivitas ekonomi. Namun, besarnya dampak tersebut cukup bervariasi tergantung pada
    tingkat vaksinasi serta persepsi konsumen atas kekhawatiran gelombang lanjutan Covid-19.

    Pada tahun 2021, ekonomi global mulai menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik, akan tetapi ketidakpastian pasar keuangan global masih terus berlanjut sejalan dengan risiko yang masih mengemuka, antara lain antisipasi kemungkinan penyebaran varian Covid-19, antisipasi pasar terhadap pengetatan kebijakan moneter (tapering) the Fed, serta kekhawatiran tekanan inflasi global yang berlangsung lebih lama akibat gangguan rantai pasokan dan keterbatasan energi.

    Ekonomi Indonesia tahun 2021 tumbuh sebesar 3,69%, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2020 yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,07%.Pertumbuhan positif telah terlihat sejak triwulan kedua hingga triwulan keempat tahun 2021, meskipun masih terpengaruh oleh berlanjutnya pandemi Covid-19 terutama pada triwulan ketiga 2021.

    Permintaan pasar akan produk pembersih industri dan rumah tangga masih cukup tinggi sepanjang tahun 2021 di tengah pandemic Covid-19 yang masih berlanjut.
    Hal ini memberikan dampak positif terhadap kinerja Perseroan dan entitas anak yang memproduksi bahan baku pembuatan produk pembersih.

    Pada tahun 2021, harga jual produk dan harga bahan baku Perseroan dan entitas anak sama-sama mengalami peningkatan yang didorong oleh kenaikan harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga jual produk Perseroan memiliki pengaruh utama terhadap kenaikan nilai pendapatan konsolidasian.

    Pada tahun 2021, Perseroan membukukan nilai pendapatan konsolidasian sebesar USD 317,08 juta, meningkat 14,19% atau USD 46,12 juta dibandingkan nilai pendapatan konsolidasian tahun 2020 yang tercatat sebesar USD 324,96 juta. Laba bruto tahun 2021 tercatat sebesar USD 93,96 juta, meningkat sebesar 69,46% dibandingkan yang tercatat pada tahun 2020 sebesar USD 55,45 juta. Pada akhir tahun 2021, Perseroan mencatat marjin laba bruto sebesar 25,32%, sedangkan margin laba bruto pada tahun 2020 yang tercatat sebesar 17,06%.

    Sehubungan dengan peningkatan laba bruto tersebut di atas, laba usaha Perseroan tahun 2021 meningkat sebesar 94,69% dari USD 37,35 juta pada tahun 2020 menjadi USD 72,72 juta. Laba sebelum pajak pada tahun 2021 tercatat sebesar USD 73,53 juta meningkat 92,14% dari sebelumnya yang tercatat pada tahun 2020 sebesar USD 38,27 juta. Pada tahun 2021, Perseroan mencatat beban pajak penghasilan sebesar USD 15,48 juta, meningkat 41,05% dibandingkan beban pajak penghasilan tahun 2020 yang tercatat sebesar USD 10,97 juta.

    Dengan demikian pada tahun 2021, Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 58,22 juta, mengalami peningkatan sebesar 110,15% dibandingkan dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2020 yang tercatat sebesar USD 27,70 juta.
    Sedangkan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non pengendali mengalami penurunan sebesar 59,13% dari sebelumnya yang tercatat pada tahun 2020 sebesar rugi USD 0,41 juta menjadi rugi USD 0,17 juta pada tahun 2021.

    EBITDA (Pendapatan sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi) konsolidasian untuk tahun 2021 adalah USD 75,36 juta, sedangkan EBITDA konsolidasian untuk tahun 2020 adalah USD 43,39 juta, mengalami peningkatan sebesar 73,68%.

    Fasilitas kredit yang diberikan oleh bank kreditur mensyaratkan Perseroan untuk mempertahankan rasio keuangan EBITDA terhadap beban bunga neto minimum 2:1 dan rasio perbandingan liabilitas berbunga setelah dikurangi kas dan setara kas terhadap jumlah ekuitas maksimum 2,5:1.

    Pada tanggal 31 Desember 2021, pendapatan bunga konsolidasian Perseroan melebihi beban bunga, demikian pula dengan saldo kas dan setara kas melebihi liabilitas berbunga. Dengan demikian, pada tanggal 31 Desember 2021, Perseroan telah memenuhi rasio-rasio keuangan yang dipersyaratkan oleh bank-bank kreditur.

    Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

    Aset

    Aset lancar konsolidasian per 31 Desember 2021 tercatat sebesar USD 235,49 juta, meningkat sebesar 20,83% dibandingkan dengan aset lancar konsolidasian per 31 Desember 2020 yang tercatat sebesar USD 183,17 juta.
    Peningkatan terutama pada saldo kas dan setara kas serta persediaan. Sebagian besar aset lancar Perseroan adalah kas dan setara kas, persediaan dan piutang usaha, yakni 97,33% dan 98,61% masing- masing untuk tahun 2021 dan 2020. Sedangkan aset tidak lancar tahun 2020 tercatat sebesar USD 57,23 juta, menurun sebesar3,14% dibanding tahun 2020 yang tercatat sebesar USD 59,09 juta.

    Liabilitas

    Total liabilitas jangka pendek pada tahun 2021 tercatat sebesar USD 47,76 juta, mengalami peningkatan sebesar 27,88% dari liabilitas jangka pendek pada tahun 2020 yang tercatat sebesar USD 37,34 juta. Peningkatan neto terjadi pada utang lain-lain atas dividen sehubungan dengan pengumuman dividen interim tahun buku 2021 pada tanggal 21 Desember 2021 dengan jadwal pembayaran pada tanggal 27 Januari 2022.

    Total liabilitas jangka panjang pada tahun 2021 mengalami penurunan sebesar 31,56% dari yang sebelumnya pada tahun 2020 tercatat sebesar USD 6,20 juta, menjadi sebesar USD 4,24 juta pada tahun 2021. Penurunan ini terutama merupakan dampak penghitungan kembali liabilitas imbalan kerja oleh aktuaria sehubungan dengan penerapan Peraturan Pemerintah No. 35/2021 pada tahun 2021.

    Dengan demikian, total liabilitas konsolidasian Perseroan pada 31 Desember 2021 tercatat sebesar USD 52,00 juta, meningkat sebesar 19,42% dibandingkan dengan total liabilitas pada 31 Desember 2020 yang tercatatsebesar USD 43,54 juta.

    Ekuitas

    Saldo laba tahun 2021, setelah memperhitungkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 58,22 juta, deviden tunai sebesar USD 15,98 juta dan laba pengukuran kembali program imbalan pasti sebesar USD 0,33 juta, tercatat sebesar USD 160,10 juta, mengalami peningkatan sebesar USD 42,57 juta atau 36,22% dibandingkan saldo laba tahun 2020 yang tercatat sebesar USD 117,53 juta.

    Dividen tunai yang dibagikan kepada pemegang saham pada tahun 2021 terdiri dari dividen final tahun buku 2020 sebesar USD 3,96 juta (setara IDR 57,12 miliar atau IDR 149 per saham) yang dibagikan kepada Pemegang Saham pada tanggal 6 Juli 2021 dan dividen interim tahun buku 2021 sebesar USD 12.02 juta (setara IDR 172,50 miliar atau IDR 450 per saham) yang dibagikan kepada pemegang saham pada tanggal 27 Januari 2022.

    Kepentingan non-pengendali tahun 2021 tercatat sebesar USD 8,86 juta, mengalami peningkatan sebesar 5,73% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 8,38 juta.
    Dengan demikian, total ekuitas pada 31 Desember 2021 tercatat sebesar USD 240,73 juta, mengalami peningkatan sebesar 21,14% dari USD 198,71 juta pada 31 Desember 2020. Peningkatan kepentingan non-pengendali terutama berasal dari setoran modal pada entitas anak PT Wiranusa Grahatama.


    Laporan Arus Kas Konsolidasian


    a. Arus kas dari aktivitas operasi:

    Pada tahun 2021, kas neto yang diperoleh dari operasi mengalami penurunan sebesar USD 39,42 juta dari tahun 2020 yang tercatat sebesar USD 64,28 juta menjadi USD 24,86 juta. Penurunan kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi terutama karena meningkatnya kebutuhan modal kerja akibat dari kenaikan harga beli bahan baku sehubungan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia, di samping kenaikan pembayaran pajak penghasilan badan.

    Pada tahun 2020, angsuran pajak penghasilan pasal 25 mendapatkan relaksasi dari Pemerintah berupa penangguhan dan potongan. Pajak penghasilan pasal 29 tahun 2020 sebesar USD 5,2 juta dibayarkan pada April 2021.

    b. Arus kas dari Aktivitas investasi:

    Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi pada tahun 2021 tercatat sebesar USD 0,06 juta, mengalami penurunan sebesar USD 6,00 juta dibandingkan tahun 2020 yang tercatat sebesar USD 6,06 juta. Penurunan kas yang digunakan untuk investasi terutama karena pada tahun 2020 terdapat pembayaran uang muka kepada pemasok dan penyedia lisensi.

    c. Arus kas dari Aktivitas Pendanaan:
    Kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada tahun 2021 tercatat sebesar USD 4,57 juta, sedangkan pada tahun 2020 tercatat sebesar USD 10,96 juta, menurun 58,32%. Penurunan aktivitas kas neto yang digunakan untuk pendanaan karena pembayaran neto atas utang bank jangka pendek dan dividen kas pada tahun 2021 yang lebih kecil dibandingkan tahun 2020.


    KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG

    Perseroan dan entitas anak menerima fasilitas kredit dari beberapa bank kreditur guna mendukung kebutuhan modal kerja. Bank kreditur menetapkan beberapa rasio keuangan yang harus dipertahankan oleh Perseroan dan entitas anak penerima pinjaman. Pada akhir tahun 2021 dan 2020, Perseroan memenuhi seluruh rasio yang dipersyaratkan. Seluruh bank kreditur memperpanjang fasilitas kredit yang jatuh tempo.


    Analisa Rasio
    untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2021
    2020
    Rasio Lancar
    4,934,90
    Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas
    0,220,22
    Rasio Liabilitas terhadap Asset
    0,180,18


    TINGKAT KOLEKTIBILITAS PIUTANG

    Berdasarkan hasil penelaahan pada akhir tahun 2021, manajemen berkeyakinan bahwa total penyisihan penurunan nilai piutang sebesar USD 42 ribu pada akhir tahun 2021 cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari tidak tertagihnya piutang usaha dan tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas piutang lain-lain, oleh karena itu, tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai piutang lain-lain.

    Tingkat Kolektibilitas Piutang
    untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember (dalam ribuan USD)
    2021
    USD
    2021
    %
    2020
    USD
    2020
    %
    Lancar dan tidak mengalami penurunan nilai 32,74 86,0931,6287,16
    Telah jatuh tempo namun tidak mengalami penurunan 5,2513,804,6512,82
    Telah jatuh tempo dan mengalami penurunan 0,04 0,11 0,01 0,02
    Total 38,03 100,00 36,28
    100,00



    STRUKTUR PERMODALAN

    Rincian pemegang saham dan kepemilikan saham masing-masing pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 berdasarkan pencatatan yang dilakukan oleh Biro Administrasi Efek Perseroan adalah sebagai berikut:
     Pemegang
    Saham
     Jumlah
     Saham
     %  Total
     (USD)
     PT Aspirasi Luhur  139.351.604  36,35 32.789.588
    PT Alas Pusaka  43.660.821 11,39  10.273.440
    PT Salim Chemicals Corpora  39.635.036  10,34  9.326.168
    PT Salim Chemicals Corpora  39.635.036  5,96  5.378.725
     Publik dan lain-lain (kepemilikan <5%)  137.825.002  35,96  32.430.377
     Total  383.331.363  100,00%  90.198.298


    PENGELOLAAN MODAL

    Tujuan utama pengelolaan modal Perseroan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi Pemegang Saham. Selain itu, Perseroan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk menyisihkan sebagian laba bersih setiap tahun untuk cadangan wajib yang hanya digunakan untuk menutup kerugian. Cadangan wajib dilakukan sampai cadangan mencapai paling sedikit 20% dari modal saham ditempatkan dan disetor penuh. Persyaratan permodalan tersebut dipertimbangkan oleh Perseroan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan.

    Perseroan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian terhadap perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perseroan dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada Pemegang Saham, menerbitkan saham baru atau mengusahakan pendanaan melalui pinjaman.

    Kebijakan Perseroan adalah mempertahankan rasio modal kerja, struktur permodalan yang sehat untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020.

    IKATAN MATERIAL

    Tidak ada ikatan material selain yang telah diungkapkan dalam catatan 34 atas laporan keuangan konsolidasian, "Perjanjian-perjanjian Signifikan".


    INVESTASI BARANG MODAL

    Investasi barang modal yang direalisasikan dalam tahun 2021 adalah sebesar USD 0,9 juta mengalami penurunan dibandingkan dengan investasi barang modal pada tahun 2020 yang mencapai USD 1,1 juta. Investasi barang modal pada tahun 2021 terutama digunakan untuk penambahan peralatan mesin dan alat transportasi.


    INFORMASI DAN FAKTA MATERIAL SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN

    Tidak ada informasi dan fakta material yang terjadi antara akhir periode pelaporan dan tanggal laporan keuangan disetujui untuk diterbitkan.


    TARGET PERSEROAN

    Keterangan (disajikan dalam ribuan USD) Target 2022 Beda % Aktual 2021 Beda % Target 2021
    Pendapatan 387.795 0,05% 371.081 14,85% 323.108
    Laba Bruto 63.883 -32,01% 93.961 58,69% 59.209
    Laba Sebelum Pajak Penghasilan 41.900 -43,02% 73.532 88,97% 38.911
    Laba Tahun Berjalan yang dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk 33.071 -0,43% 58.220 92,62% 30.225

    Target nilai pendapatan konsolidasian tahun 2021 adalah sebesar USD 323,11 juta dengan marjin laba bruto sebesar 18,32%. Laba sebelum pajak diharapkan sebesar 12,04% dari nilai pendapatan atau sebesar USD 38,91 juta dan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 30,23 juta.

    Realisasi yang dicapai pada tahun 2021 menunjukkan nilai pendapatan tercatat sebesar USD 371,08 juta, lebih tinggi sebesar 14,85% dari target 2021. Laba Bruto tahun 2021 tercatat sebesar USD 93,96 juta meningkat 58,69% dari laba bruto yang ditargetkan yaitu sebesar USD 59,21 juta. Dengan demikian, laba sebelum pajak penghasilan meningkat sebesar USD 34,62 juta atau 88,97% dari target, menjadi sebesar USD 73,53 juta dan laba tahun berjalan yang dapat distribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun 2021 meningkat 92,62% dari target 2021 yaitu dari USD 30,23 juta menjadi USD 58,22 juta.
    Pencapaian realisasi tahun 2021 melebihi target terutama berasal dari uptrend harga jual yang didorong oleh kenaikan harga minyak mentah, sementara Perseroan
    memiliki jumlah persediaan yang cukup memadai.

    Perseroan menetapkan target pendapatan konsolidasian tahun 2022 sebesar USD 387,80 juta, lebih tinggi 0,05% dibandingkan realisasi pendapatan di tahun 2021. Laba bruto tahun 2022 ditargetkan sebesar USD 63,88 juta, lebih rendah 32,01% dibandingkan laba bruto 2021. Laba sebelum pajak penghasilan ditargetkan sebesar USD 41,90 juta sedangkan laba tahun berjalan yang dapat distribusikan kepada pemilik entitas induk ditargetkan sebesar USD 33,07 juta.


    ASPEK PEMASARAN

    Indonesia merupakan pasar yang potensial bagi perkembangan  industri detergen dengan jumlah penduduk yang besar, konsumsi detergen per kapita yang relatif masih rendah dibandingkan negara-negara lain. Sebagai produsen tunggal Alkylbenzene, Perseroan fokus pada potensi pasar domestik dan menguasai
    hampir seluruh pangsa pasar dalam negeri. Sebagian besar pelanggan Perseroan adalah produsen detergen terkemuka seperti Wings Group, Unilever, Kao, Sinar Antjol dan perusahaan sulfonasi, seperti Solvay Manyar
    dan Indo Sukses Sentra Usaha (ISSU).

    Perseroan juga terus berupaya mencapai posisi yang kuat di pasar internasional, dengan senantiasa memperluas dan menjajaki kesempatan ekspor. Perseroan mengekspor produknya ke manca negara,seperti: Vietnam, Malaysia, Thailand, Australia, Jepang, China, Belanda, dan Perancis.


    KEBIJAKAN DIVIDEN

    Kebijakan Dividen Perseroan adalah memberikan tingkat pengembalian yang menarik di mana besarnya dividen disesuaikan dengan keuntungan Perseroan pada tahun buku yang bersangkutan, dengan tidak mengabaikan kebutuhan dan tingkat kesehatan keuangan Perseroan dan tanpa mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham untuk menentukan lain sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.

    Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan tahun buku 2020 yang diselenggarakan pada tanggal 24 Juni 2021 memutuskan pembagian dividen tahun buku 2020 sebesar USD 6,94 juta, dengan rasio pembayaran dividen (Dividen Payout Ratio) sebesar 25% dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk tahun 2020 yang tercatat sebesar USD 27,70 juta.

    Dari total dividen tahun buku 2020 sebesar USD 6,94 juta tersebut, sesuai dengan keputusan dalam Risalah Rapat Direksi Perseroan No. 00180/1220/UIC-DIR tertanggal 11 Desember 2020 dan persetujuan Dewan Komisaris. Perseroan membagikan dividen interim tahun buku 2020 sebesar USD 2,98 juta. Dividen interim dibayarkan dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs
    tengah Bank Indonesia pada tanggal 8 Desember 2020 yakni IDR 14.164 per USD dengan total nilai dividen sebesar IDR 42,17 miliar. Dividen dibagikan kepada 383.331.363 saham atau setara dengan IDR 110 per saham. Dividen interim tersebut telah dibayarkan pada tanggal 29 Desember 2020.

    Dengan demikian, nilai dividen final tahun buku 2020 adalah sebesar USD 3,96 juta, dividen dibayarkan dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal 22 Juni 2021 yakni IDR 14.421 per USD, dengan total nilai dividen sebesar IDR 57,12 miliar atau setara dengan IDR 149 per saham
    untuk 383.331.363 saham. keputusan RUPS ini telah dituangkan dalam Akta Berita Acara RUPS Tahunan No. 196 tanggal 24 Juni 2021 dibuat oleh Notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn. Dividen final tahun buku 2020 telah dibayarkan pada tanggal 16 Juli 2021.

    Sedangkan untuk tahun 2019, berdasarkan keputusan dalam RUPS Tahunan tahun buku 2019 yang diselenggarakan pada tanggal 29 Juli 2020 dan telah dituangkan dalam Akta Berita Acara RUPS Tahunan Perseroan No. 262 tertanggal 29 Juli 2020 yang dibuat oleh Notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., dividen tunai yang dibagikan kepada pemegang saham
    sebesar USD 3,04 juta dengan dividen payout ratio 25% dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2019 yang tercatat sebesar USD 12,21 juta. Dividen dibayarkan dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal 27 Juli 2020 yakni IDR 14.605 per USD, dengan total nilai dividen sebesar IDR 44,47 miliar atau setara dengan IDR 116 per saham untuk 383.331.363 saham. Dividen tahun buku 2019 telah dibayarkan pada tanggal 2 September 2020.


    -bt-

Hubungan Investor
  • Laporan Dewan Komisaris
  • Laporan Direksi
  • Analisa dan Pembahasan Manajemen
  • Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
  • Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
  • Grafik Keuangan Penting
  • Analisa Rasio
  • Prospek dan Strategi Usaha
  • Keunggulan Kompetitif dan Manajemen Risiko
  • Prospektus & Anggaran Dasar
  • Saham, Dividen dan Kronologis Pencatatan Saham
  • Perubahan Peraturan, Perundang-undangan dan Kebijakan Akuntansi Signifikan
  • Laporan Tahunan
  • Laporan Keuangan Konsolidasian