Analisa dan Pembahasan Manajemen
  • Tinjauan & Analisa Kinerja Keuangan Per Segmen


    Industri Kimia


    Perusahaan Induk

    PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (UIC)

    UIC memiliki tiga unit produksi Alkylbenzene (AB) dengan kapasitas produksi sebesar 270.000 MT per tahun yang terdiri dari 180.000 MT Linear Alkylbenzene (LAB) dan 90.000 MT Branched Alkylbenzene (BAB).

    Proses produksi: Normal Paraffin yang telah diolah menjadi Olefin direaksikan dengan Benzene dengan bantuan Asam HF.

    Pergerakan harga minyak mentah dunia yang stabil dan cenderung meningkat di sepanjang tahun 2017, membuat harga jual rata-rata produk maupun harga bahan baku pada tahun 2017 meningkat dibandingkan tahun 2016.

    Produksi AB dan produk sampingannya tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 4,95% dibandingkan tahun 2016, begitupun dengan volume penjualan tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 5,62% dibanding tahun lalu. Nilai penjualan tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 12,76%, di mana nilai penjualan tahun 2017 tercatat sebesar USD 226,86 juta dan pada tahun 2016 tercatat sebesar USD 201,18 juta.

    Seiring dengan peningkatan penjualan, harga pokok penjualan tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 12,61% dari yang tercatat pada tahun 2016 sebesar USD 178,81 juta menjadi USD 201,36 juta.

    Total beban operasi pada tahun 2017 juga mengalami kenaikan sebesar 14,11% dibandingkan tahun 2016, dari yang semula tercatat sebesar USD 8,27 juta menjadi USD 9,44 juta. Dengan demikian pada tahun 2017, UIC mencatat laba usaha sebesar USD 16,06 juta meningkat 13,93% dibandingkan laba usaha tahun 2016 yang tercatat sebesar USD 14,10 juta.

    Laba sebelum pajak penghasilan tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 26,68% dibandingkan tahun 2016 yang tercatat sebesar USD 13,38 juta menjadi USD 16,96 juta. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh menurunnya beban keuangan dan adanya laba selisih kurs di tahun 2017.

    Laba tahun berjalan (laba bersih) pada tahun 2017 tercatat sebesar USD 11,76 juta, menurun 50,24% dibandingkan laba bersih tahun 2016 yang tercatat sebesar USD 23,64 juta, penurunan ini disebabkan karena pada tahun 2016 UIC mencatat manfaat pajak penghasilan tangguhan-bersih, sedangkan pada tahun 2017, UIC mencatat beban pajak penghasilan tangguhan-bersih. Manfaat pajak penghasilan tangguhan yang sangat signifikan di tahun 2016 timbul dari pelaksanaan kebijakan ekonomi paket V dalam bentuk insentif pajak untuk Revaluasi Aset Tetap (RAT). Manfaat pajak tangguhan yang dicatat dari RAT adalah sebesar USD 13,61 juta, setelah dikurangi dengan pajak final pada revaluasi aset tetap sebesar USD 1,86 juta.


    Entitas Anak

    PT Petrocentral (Petrocentral)

    Perseroan memiliki 61,72% kepemilikan saham di Petrocentral.

    Petrocentral adalah entitas anak yang beroperasi di Gresik, Jawa Timur dan merupakan produsen tunggal Sodium Tripolyphosphate (STPP) di Indonesia dengan kapasitas produksi terpasang sebesar 50.000 MT per tahun. STPP digunakan sebagai salah satu bahan baku utama dalam deterjen yang berfungsi sebagai "water softener", sehingga dapat meningkatkan daya bersih deterjen.

    Petrocentral terus berupaya untuk menjaga kualitas produknya, hal ini dibuktikan dengan dapat dipertahankannya sertifikasi ISO 9001:2008 untuk sistem manajemen kualitas (Quality Management System) oleh Standard Assurance and Innovation (SAI) Global Limited dan The International Certification Network (IQNet) sejak tahun 2004.

    Insentif yang diberikan oleh Pemerintah China kepada produsen dalam negerinya yang melakukan ekspor STPP menyebabkan pasar domestik Indonesia dipenuhi oleh produk-produk dari China. Harga bahan baku yang relatif tinggi dan kurangnya proteksi Pemerintah Indonesia dalam melindungi produsen dalam negeri menyebabkan harga jual Petrocentral sulit untuk bersaing dengan produk impor.

    Di tahun 2017 ini, pemerintah China menggalakkan pelestarian lingkungan yang menyebabkan sebagian pabrik STPP di China harus membenahi proses produksinya agar mengurangi pencemaran lingkungan. Dalam masa pembenahan tersebut, produksi STPP dalam negeri China berkurang dan tidak lagi banyak membanjiri pasar domestik Indonesia. Di samping itu kebijakan manajemen Petrocentral untuk melakukan kontrak back to back yang didukung oleh pemasok utama bahan baku dan pelanggan, membuat Petrocentral dapat kembali meningkatkan produksinya dan memenuhi pasar domestik.

    Pada tahun 2017, Petrocentral berhasil meningkatkan produksinya sebesar 119,52% dibandingkan produksi tahun 2016 dan dapat meningkatkan volume penjualannya sebesar 125,10% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai penjualan Petrocentral pada tahun 2017 tercatat sebesar USD 30,55 juta meningkat sebesar 110,08% dibandingkan nilai penjualan tahun 2016 yang tercatat sebesar USD 14,54 juta.

    Dengan demikian pada tahun 2017, Petrocentral membukukan laba bruto sebesar USD 1,61 juta meningkat 241,45% dibandingkan rugi bruto tahun 2016 yang tercatat sebesar USD 1,14 juta. Marjin laba bruto tahun 2017 adalah sebesar 5,26%.

    Petrocentral mencatat Laba sebelum pajak sebesar USD 0,22 juta pada tahun 2017, mengalami peningkatan sebesar 108,45% dari yang sebelumnya pada tahun 2016 mencatat rugi sebelum pajak sebesar USD 2,63 juta.

    Dengan demikian pada tahun 2017, Petrocentral mencatat laba bersih sebesar USD 0,11 juta sedangkan pada tahun 2016 mencatat rugi bersih sebesar USD 2,47 juta.


    UIC Vietnam Co., Ltd. (UICV)

    Perseroan memiliki 100% kepemilikan saham di UICV.

    UICV memiliki pabrik yang berlokasi di Dong Nai, Vietnam dan bergerak dalam produksi dan distribusi Linear Aklylbenzene Sulphonic Acid (LABSA) dan Sodium Lauryl Ether Sulphate (SLES) dengan total kapasitas produksi terpasang sebesar 30.000 MT per tahun.

    LABSA adalah komponen aktif utama dalam hampir seluruh deterjen bubuk dan cair. Selain itu, LABSA juga merupakan komponen pembersih utama dalam shampo dan sabun cair, dan sebagai pelarut dalam industri obat-obatan.

    Komitmen UICV untuk tetap memuaskan pelanggan dengan kualitas produk yang tinggi tercermin dengan dipertahankannya sertifikasi ISO 9001:2008.

    Pada tahun 2017, volume penjualan UICV mengalami penurunan sebesar 4,76% dibandingkan tahun 2016. Hal ini dikarenakan semakin ketatnya persaingan baik dengan produk impor dari China yang memasuki pasar maupun meningkatnya kapasitas produksi pabrik sejenis di Vietnam. Namun demikian kenaikan harga jual mendorong nilai penjualan pada tahun 2017 yang mengalami peningkatan sebesar 5,88% dari USD 20,58 juta pada tahun 2016 menjadi USD 21,79 juta.

    Laba bruto UICV pada tahun 2017 tercatat sebesar USD 1,05 juta, menurun 50,47% dibandingkan dengan laba bruto tahun 2016 yang tercatat sebesar USD 2,13 juta. Penurunan ini terutama disebabkan kenaikan harga jual di tahun 2017 tidak dapat menutupi kenaikan harga bahan baku sehingga menyebabkan meningkatnya harga pokok penjualan.

    Dengan demikian UICV mencatat laba bersih tahun 2017 sebesar USD 0,08 juta, menurun 91,61% dibandingkan laba bersih tahun 2016 yang tercatat sebesar USD 0,98 juta.


    Universal Interchemical Corp. Pte., Ltd. (UICPL)

    Perseroan memiliki 100% kepemilikan saham di UICPL.

    UICPL merupakan entitas anak yang berlokasi di Singapura dan terdaftar dengan nomor usaha 199100093N. Bidang usaha UICPL adalah agen perdagangan bahan-bahan kimia dan suku cadang untuk Perseroan UIC. UICPL memiliki 100% kepemilikan saham di AWAL, entitas anak di Australia yang bergerak di industri Surfactant dan bisnis perdagangan Phosphate.

    Pada tahun 2017, marjin laba bruto UICPL tercatat sebesar 2,65% menurun dibandingkan marjin laba bruto 2016 yang tercatat sebesar 3,46%. Pada tahun 2017 UICPL mencatat laba bersih sebesar USD 117,55 ribu sedangkan pada tahun 2016 mencatat laba tahun berjalan sebesar USD 102,43 ribu, mengalami peningkatan sebesar 14,76%, peningkatan laba ini terutama dikarenakan adanya penurunan biaya non operasi dan juga penurunan pajak penghasilan tahun 2017.


    Albright & Wilson (Australia) Limited (AWAL)

    UICPL memiliki 100% kepemilikan saham Albright & Wilson (Australia) Limited.

    AWAL merupakan produsen Surfactant, bahan baku deterjen dan bahan pembantu untuk beton dan eternit. Produk yang dihasilkan AWAL biasanya digunakan dalam industri kosmetik, kertas, shampo, pertambangan dan pengolahan mineral, obat-obatan, pupuk serta pengelolaan gedung dan air. Selain itu, AWAL juga melakukan bisnis perdagangan bahan kimia termasuk serangkaian produk Phosphate.

    AWAL merupakan pemilik 100% saham Albright & Wilson New Zealand (AWNZ), sebuah perusahaan dagang yang menyediakan fasilitas pemasaran dan gudang untuk produk-produk AWAL di Selandia Baru.

    AWAL memiliki pabrik di Wetherill Park-New South Wales untuk memproduksi produk-produk Surfactant. Pabrik tersebut telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008. Fasilitas penjualan, pemasaran dan gudang berlokasi di Brisbane, Melbourne, Perth dan Sydney. AWAL juga melakukan aktivitas penjualan dan pemasaran produk Phosphate yang memenuhi spesifikasi AWAL, dengan bekerjasama dengan Petrocentral dan juga beberapa produsen lainnya.

    Nilai penjualan AWAL tahun 2017 tercatat sebesar USD 55,37 juta, mengalami penurunan sebesar 1,02% dibandingkan nilai penjualan tahun 2016 yang tercatat sebesar USD 55,94 juta. Laba bruto AWAL pada tahun 2017 mengalami penurunan sebesar USD 0,6 juta atau 7,12%, dari USD 8,57 juta pada tahun 2016 menjadi USD 7,96 juta. Marjin laba bruto tahun 2017 adalah sebesar 14,37% sedangkan marjin laba bruto tahun 2016 sebesar 15,31%.

    Pada tahun 2017 laba bersih AWAL tercatat sebesar USD 1,24 juta, menurun 5,76% dibandingkan dengan laba bersih yang tercatat pada tahun 2016 yaitu sebesar USD 1,31 juta.


    Industri Properti

    Selain bergerak di bidang industri kimia, Perseroan juga mengembangkan usahanya di industri properti, di mana terdapat 2 (dua) entitas anak yang menanganinya yaitu sebagai berikut:


    PT Unggul Indah Investama (UII)

    Perseroan memiliki 99,99% kepemilikan saham di UII.

    UII adalah holding company yang didirikan pada tahun 1996 berkaitan dengan rencana partisipasi Perseroan dalam PT Wiranusa Grahatama (WG), sebuah perusahaan patungan untuk membangun gedung perkantoran dan apartemen. Seluruh saham UII, minus 1 (satu) saham, dimiliki oleh Perseroan.

    Sejak tahun 2005, UII menjadi Pemegang Saham utama di WG dengan kepemilikan saham sebesar 55%. Sejak Mei 2012, UII juga melakukan perdagangan barang untuk UIC, bila diperlukan.


    PT Wiranusa Grahatama (WG)

    55% kepemilikan saham di WG dimiliki oleh UII.

    WG merupakan entitas anak yang mengembangkan proyek pembangunan kompleks apartemen dan perkantoran di lokasi seluas 3,2 hektar yang terletak di pusat bisnis Jakarta, Jl. Jend. Gatot Subroto. Kompleks Apartemen Pearl Garden yang dibangun sejak akhir 2004 ini memiliki 235 unit apartemen dan dibangun di atas tanah seluas 1,7 hektar dengan konsep low rise apartment bernuansa resort. WG masih memiliki sisa tanah 1,4 hektar yang rencananya akan dibangun kompleks perkantoran dan hunian dengan konsep high-rise building.

    Pada tahun 2017 WG mencatat pendapatan sebesar IDR 11,62 miliar, meningkat 3,76% dibandingkan pendapatan tahun 2016 yang tercatat sebesar IDR 11,20 miliar. WG mencatat rugi bruto tahun 2017 dan 2016 sebesar IDR 2,25 miliar.

    Beban operasi tahun 2017, tercatat sebesar IDR 5,21 miliar, menurun dibandingkan beban operasi tahun 2016 yang tercatat sebesar IDR 5,90 miliar. Beban keuangan tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 16,98% dari yang semula pada tahun 2016 tercatat sebesar IDR 17,04 juta menjadi IDR 14,15 juta. Penurunan ini terutama dari penurunan beban bunga pinjaman sehubungan dengan pelunasan sebagian besar pinjaman di tahun 2017.

    Dengan demikian rugi sebelum pajak pada tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 14,17% dari rugi sebelum Pajak 2016 yang tercatat sebesar IDR 25,19 miliar menjadi IDR 21,62 miliar di tahun 2017. Sedangkan rugi bersih untuk tahun 2017 tercatat sebesar IDR 19,94 miliar menurun dibandingkan rugi bersih tahun 2016 yang tercatat sebesar IDR 23,34 miliar.

    Pada tahun 2017 WG meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dari yang semula pada tahun 2016 tercatat sebesar IDR 25,56 miliar menjadi IDR 135,84 miliar. Peningkatan modal ini dilakukan oleh Pemegang saham WG dengan cara melakukan setoran modal sebesar IDR 90 miliar dan sisanya sebesar IDR 20,28 miliar melalui konversi obligasi konversi.


    Laporan Keuangan Konsolidasian


    Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian

    Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Di tengah pemulihan ekonomi global yang terus berlanjut, pertumbuhan ekonomi nasional mulai membaik dan pergerakan harga minyak mentah dunia juga mulai stabil dan cenderung meningkat serta strategi-strategi yang diterapkan oleh manajemen telah mendorong kinerja Perseroan pada tahun 2017 berjalan dengan baik.

    Pada tahun 2017 Perseroan mencatat nilai penjualan konsolidasian sebesar USD 320,55 juta, meningkat 16,09% atau USD 44,44 juta dibandingkan nilai penjualan konsolidasian tahun 2016 yang tercatat sebesar USD 276,11 juta. Seiring dengan peningkatan penjualan, harga pokok penjualan tahun 2017 juga mengalami peningkatan sebesar 16,38% atau USD 39,63 juta dari yang sebelumnya pada tahun 2016 tercatat sebesar USD 241,87 juta menjadi USD 281,49 juta.

    Perseroan mencatat laba bruto tahun 2017 sebesar USD 39,06 juta, meningkat sebesar 14,05% dibandingkan yang tercatat pada tahun 2016 sebesar USD 34,25 juta.Pada akhir tahun 2017 Perseroan mencatat marjin laba bruto sebesar 12,18%, lebih rendah dibandingkan dengan margin laba bruto pada tahun 2016 yang tercatat sebesar 12,40%.

    Pada tahun 2017 beban operasi Perseroan mengalami sedikit peningkatan yaitu 3,47% dibandingkan tahun 2016. Dengan demikian pada tahun 2017 Perseroan mencatat laba usaha sebesar USD 18,43 juta, meningkat 28,80% dibandingkan laba usaha tahun 2016 yang tercatat sebesar USD 14,31 juta.

    Laba sebelum pajak pada tahun 2017 meningkat sebesar USD 6,25 juta dari yang sebelumnya pada tahun 2016 mencatat laba sebelum pajak sebesar USD 11,41 juta menjadi laba sebelum pajak sebesar USD 17,65 juta pada tahun 2017. Pada akhir tahun 2016 Perseroan mencatat manfaat pajak penghasilan tangguhan bersih sebesar USD 9,72 juta, manfaat pajak tangguhan pada tahun 2016 ini terutama timbul dari keikutsertaan Perseroan dalam program kebijakan ekonomi paket V dalam bentuk insentif pajak untuk Revaluasi Aset Tetap. Manfaat pajak tangguhan yang dicatat dari Revaluasi Aset Tetap adalah sebesar USD 13,61 juta, setelah dikurangi dengan pajak final pada Revaluasi Aset Tetap sebesar USD 1,86 juta. Pada tahun 2017 Perseroan mencatat beban pajak penghasilan sebesar USD 5,72 juta.

    Dengan demikian pada tahun 2017, Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 12,56 juta, mengalami penurunan sebesar USD 10,30 juta atau 45,05% dibandingkan dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2016 yang tercatat sebesar USD 22,85 juta. Sedangkan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali mengalami penurunan sebesar 63,81% dari yang sebelumnya pada tahun 2016 tercatat rugi sebesar USD 1,73 juta menjadi rugi sebesar USD 0,63 juta pada tahun 2017.

    EBITDA (Pendapatan sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi) konsolidasian untuk tahun 2017 adalah USD 23,91 juta, sedangkan EBITDA konsolidasian untuk tahun 2016 adalah USD 19,74 juta, mengalami peningkatan sebesar 21,15%. Pada tanggal 31 Desember 2017, rasio perbandingan EBITDA terhadap beban bunga neto adalah 19,8:1, sedangkan rasio perbandingan liabilitas berbunga setelah dikurangi kas dan setara kas terhadap jumlah ekuitas adalah 0,12:1 Rasio-rasio tersebut memenuhi rasio yang dipersyaratkan bank kreditur Perseroan. Pada tanggal 31 Desember 2016, Perseroan juga telah memenuhi rasio yang dipersyaratkan oleh bank-bank kreditur.


    Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

    Aset

    Aset lancar konsolidasian per 31 Desember 2017 tercatat sebesar USD 154,87 juta, menurun sebesar 1,48% dibandingkan dengan aset lancar konsolidasian per 31 Desember 2016 yang tercatat sebesar USD 152,61 juta. Sebagian besar aset lancar, yakni 85,46& dan 86,66% masing-masing untuk tahun 2017 dan 2016 adalah persediaan dan piutang usaha.

    Sedangkan aset tidak lancar tahun 2017 tercatat sebesar USD 68,88 juta, menurun sebesar 7,31% dibanding tahun lalu yang tercatat sebesar USD 74,31 juta, penurunan ini terutama karena Perseroan menerima pengembalian dari kantor pajak atas kelebihan pembayaran pajak penghasilan tahun 2016 sebesar USD 3,2 juta dan penyusutan aset tetap.

    Revaluasi aset tetap adalah kebijakan pemerintah Indonesia yang dikeluarkan pada Oktober 2015 dalam bentuk program kebijakan ekonomi paket V yang memberikan insentif pajak untuk revaluasi aset tetap sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 191/PMK/010/2015.

    Dengan demikian, total aset per 31 Desember 2017 adalah USD 223,75 juta, menurun sebesar USD 3,17 juta atau 1,40% dari total aset per 31 Desember 2016 yang tercatat sebesar USD 226,91 juta.


    Liabilitas

    Total liabilitas jangka pendek pada tahun 2017 tercatat sebesar USD 60,46 juta, mengalami peningkatan sebesar 17,07% atau USD 8,81 juta dari saldo liabilitas jangka pendek pada tahun 2016 yang tercatat sebesar USD 51,64 juta. Peningkatan ini terutama disebabkan adanya peningkatan utang bank jangka pendek dan utang usaha pihak ketiga.

    Total liabilitas jangka panjang pada tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 65,37% dari yang sebelumnya pada tahun 2016 tercatat sebesar USD 14,08 juta, menjadi sebesar USD 4,88 juta pada tahun 2017. Penurunan ini terutama disebabkan sebagian besar utang bank jangka panjang akan jatuh tempo pada tahun 2018, sehingga saldo yang akan jatuh tempo dalam satu tahun tersebut direklasifikasi menjadi bagian dari liabilitas jangka pendek. Selain itu, pada tahun 2017 pemegang obligasi konversi entitas anak mengkonversikan seluruh obligasi tersebut menjadi saham entitas anak.

    Dengan demikian, total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2017 tercatat sebesar USD 65,34 juta, turun sebesar USD 0,39 juta atau 0,59% dibandingkan dengan total liabilitas pada 31 Desember 2016 yang tercatat sebesar USD 65,73 juta.


    Ekuitas

    Saldo laba tahun 2017, setelah memperhitungkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 12,56 juta, dividen kas sebesar USD 20,93 juta dan rugi pengukuran kembali program imbalan pasti sebesar USD 0,45 juta, tercatat sebesar USD 79,88 juta mengalami penurunan sebesar USD 8,81 juta atau 9,94% dibandingkan saldo laba tahun 2016 yang tercatat sebesar USD 88,70 juta.

    Kepentingan non-pengendali tahun 2017 tercatat sebesar USD 5,61 juta, mengalami peningkatan sebesar USD 5,17 juta atau 1.164,33% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 0,44 juta.

    Dengan demikian, total ekuitas pada 31 Desember 2017 tercatat sebesar USD 158,41 juta, mengalami penurunan sebesar 1,72% dari USD 161,19 juta pada 31 Desember 2016.


    Laporan Arus Kas Konsolidasian


    a. Arus kas dari aktivitas operasi:

    Pada tahun 2017, kas neto yang diperoleh dari operasi mengalami peningkatan sebesar USD 6,46 juta dari tahun 2016 yang tercatat sebesar USD 12,16 juta menjadi USD 18,62 juta. Kenaikan perolehan kas neto dari aktivitas operasi terutama disebabkan meningkatnya penerimaan dari pelanggan karena peningkatan volume penjualan dan harga jual.

    b. Arus kas dari Aktivitas investasi:

    Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi pada tahun 2017 tercatat sebesar USD 0,01 juta, mengalami penurunan sebesar USD 2,82 juta dibandingkan saldo pada tahun 2016 yang tercatat sebesar USD 2,83 juta. Penurunan aktivitas investasi ini terutama karena WG entitas anak menerima tambahan setoran modal dari kepentingan non-pengendali sebesar USD 3,04 juta. WG adalah entitas anak yang dimiliki secara tidak langsung oleh Perseroan sebesar 55%.

    Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi atas pembelanjaan modal pada tahun 2017 adalah sebesar USD 3,05 juta, meningkat 7,9% dibandingkan tahun 2016 yang tercatat sebesar USD 2,83 juta.
    Pembelanjaan modal tahun 2017 digunakan untuk melanjutkan pembangunan perluasan dermaga.

    c. Arus kas dari Aktivitas Pendanaan:
    Kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada tahun 2017 tercatat sebesar USD 17,66 juta, sedangkan pada tahun 2016 kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar USD 13,5 juta, meningkat 30,76%. Peningkatan ini terutama karena pada tahun 2017 Perseroan melakukan pembayaran dividen kas sebesar USD 20,93 juta, sementara pada tahun 2016, tidak ada pembagian dividen.



    KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG

    Perseroan dan entitas anak menerima fasilitas pinjaman dari beberapa bank kreditur guna mendukung kebutuhan modal kerja maupun belanja modal. Bank kreditur menetapkan beberapa rasio yang harus dipertahankan oleh Perseroan dan entitas anak penerima pinjaman.

    Pada akhir tahun 2017 dan 2016, Perseroan memenuhi rasio yang dipersyaratkan. Seluruh bank kreditur memperpanjang fasilitas pinjaman jangka pendek yang jatuh tempo.


    Analisa Rasio
    untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2017
    2016
    Rasio Lancar
    25,6x29,5x
    Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas
    0,41x0,41x
    Rasio Liabilitas terhadap Asset
    0,29x0,28x


    TINGKAT KOLEKTIBILITAS PIUTANG

    Tingkat Kolektibilitas Piutang
    untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember (dalam ribuan USD)
    2017
    USD
    2017
    %
    2016
    USD
    2016
    %
    Lancar dan tidak mengalami penurunan nilai 36,09 80,47 41,12 82,14
    Telah jatuh tempo namun tidak mengalami penurunan 8,58 19,14 8,79 17,57
    Telah jatuh tempo dan mengalami penurunan 0,17 0,39 0,14 0,29
    Total 44,87 100,00 50,05 100,00


    Berdasarkan hasil penelaahan pada akhir tahun 2017, manajemen berkeyakinan bahwa total penyisihan penurunan nilai piutang sebesar USD 178 ribu pada akhir tahun 2017 cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari tidak tertagihnya piutang usaha dan tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas piutang lain-lain, oleh karena itu, tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai piutang lain-lain.



    STRUKTUR PERMODALAN

    Pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016, rincian Pemegang Saham dan kepemilikan sahamnya masing-masing berdasarkan pencatatan yang dilakukan oleh biro administrasi efek adalah sebagai berikut:

    per 31 Desember 2017

    Pemegang SahamJumlah Saham%Total (USD)
    PT Aspirasi Luhur181.351.60447,31%42.672.235
    PT Alas Pusaka43.660.82111,39%10.273.440
    PT Salim Chemicals Corpora39.635.03610,34%9.326.168
    Publik dan lain-lain (kepemilikan <5%)118.638.90230,96%28.926.455
    Total383.331.363100,00%90.198.298
    Pada tanggal 31 Desember 2017, Hanny Sutanto, Wakil Presiden Komisaris Perseroan memiliki 318.509 (0,08%) saham Perseroan.

    per 31 Desember 2016
    Pemegang Saham Jumlah Saham % Total (USD)
    PT Aspirasi Luhur 181.351.604 47,31% 42.672.235
    PT Alas Pusaka 43.660.821 11,39% 10.273.440
    PT Salim Chemicals Corpora 39.092.420 10,20% 9.198.490
    Publik (kepemilikan <5%) 119.226.518 31,10% 28.054.133
    Total 383.331.363 100,00% 90.198.298
    Pada tanggal 31 Desember 2016, Hanny Sutanto, Wakil Presiden Komisaris Perseroan memiliki 318.509 (0,08%) saham Perseroan.


    PENGELOLAAN MODAL

    Tujuan utama pengelolaan modal Perseroan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi Pemegang Saham. Selain itu, Perseroan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas efektif tanggal 16 Agustus 2007 untuk mengkontribusikan sampai dengan 20% dari modal saham ditempatkan dan disetor penuh ke dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut dipertimbangkan oleh Perseroan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS).

    Perseroan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian terhadap perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perseroan dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada Pemegang Saham, menerbitkan saham baru atau mengusahakan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016.

    Kebijakan Perseroan adalah mempertahankan rasio modal kerja, struktur permodalan yang sehat untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar.


    IKATAN MATERIAL

    Tidak ada ikatan material selain yang telah diungkapkan dalam catatan 35 atas laporan keuangan konsolidasian, "Perjanjian-perjanjian Signifikan".


    INVESTASI BARANG MODAL

    Investasi barang modal yang direalisasikan dalam tahun buku 2017 adalah sebesar USD 3,43 juta. Sebagian besar investasi barang modal tersebut yaitu sebesar USD 2,55 juta atau 74,37% digunakan untuk proyek pembangunan perluasan dermaga Perseroan. Tujuan dilakukannya pembangunan perluasan dermaga tersebut adalah untuk meningkatkan kapasitas pengiriman baik bahan baku maupun barang jadi, dengan demikian Perseroan dapat meningkatkan efisiensi dalam pengiriman dan juga menekan biaya pengangkutan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap laba Perseroan. Investasi barang modal lainnya sebesar 25,63% atau USD 0,88 juta digunakan untuk penambahan aset seperti mesin, alat transportasi dan lain-lain guna menunjang kegiatan operasi Perseroan.


    INFORMASI DAN FAKTA MATERIAL SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN

    Tidak ada informasi dan fakta material yang terjadi antara akhir periode pelaporan dan tanggal laporan keuangan disetujui untuk diterbitkan.


    -j

Hubungan Investor
  • Laporan Dewan Komisaris
  • Laporan Direksi
  • Analisa dan Pembahasan Manajemen
  • Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
  • Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
  • Grafik Keuangan Penting
  • Analisa Rasio
  • Prospek dan Strategi Usaha
  • Keunggulan Kompetitif dan Manajemen Risiko
  • Saham, Dividen dan Kronologis Pencatatan Saham
  • Perubahan Peraturan, Perundang-undangan dan Kebijakan Akuntansi Signifikan
  • Laporan Tahunan
  • Laporan Keuangan Triwulanan