|
|
|
KEUNGGULAN KOMPETITIF
Sebagai produsen tunggal AB di Indonesia, UIC bersaing dengan
para produsen luar negeri. Namun demikian, UIC memiliki
keunggulan kompetitif karena harga produk-produk impor
dikenakan bea masuk dan biaya logistik masing-masing sebesar
5% dan 2%.
Faktor penting lainnya bagi UIC untuk bersaing adalah kualitas. UIC
selalu menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas produkproduknya.
Usaha ini dapat dibuktikan dengan keberhasilan UIC
memperoleh sertifikat standar mutu internasional, ISO 9002,
sejak tahun 1996.
UIC memiliki kemampuan untuk memasok produknya
dengan metode just-in-time, yang memungkinan UIC untuk
memberi pasokan kepada para pelanggannya secara tepat
waktu. Kemampuan menerapkan jasa pengantaran tersebut
memungkinkan pelanggan untuk menekan biaya penyimpanan
dan mengelola penggunaan persediaan mereka secara lebih
efisien.
Mata uang fungsional, yakni mata uang dalam arti substansi
ekonomi yang dicerminkan dalam kegiatan operasi UIC adalah
Dolar Amerika Serikat. Pada tahun 2003, UIC mengeluarkan
obligasi dalam denominasi mata uang Rupiah senilai Rp 600 miliar.
Dalam pengelolaan risiko terhadap kurs mata uang ini, sejak tahun
2003, UIC telah memiliki Cross Currency Interest Rate Swap dengan
tujuan untuk mengurangi risiko yang mungkin timbul dari adanya
fluktuasi Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.

|
|
 |